Cegah KLB Polio, Kemenkes Minta Semua Bayi di Aceh Dapat Imunisasi Lengkap

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) menggencarkan vaksinasi kepada semua bayi di Aceh untuk mencegah terjadinya KLB Polio.

Plt. Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr Prima Yosephine mengatakan, peningkatan imunisasi polio perlu dilakukan mengingat Indonesia adalah negara dengan risiko polio berdasarkan capaian imunisasi rutin dalam tiga tahun terakhir. 

Menurutnya, memberikan perhatian khusus pada wilayah yang cakupan imunisasinya masih rendah dan rawan terjadinya KLB, seperti Provinsi Aceh melalui upaya pelaksanaan penguatan imunisasi rutin.

Semua sasaran bayi itu harus sudah mendapatkan lengkap imunisasi polio, yaitu empat dosis untuk polio yang tetes dan satu dosis untuk suntikan sesuai dengan usia anaknya," ujar Prima dalam siaran pers, Rabu (30/11/2022).

Lanjutnya, dia mengungkapkan, perlu adanya pelacakan untuk memastikan seluruh bayi mendapatkan empat dosis imunisasi Bopv dan satu dosis imunisasi IPV lengkap sesuai usia.

Selain itu, dia meminta adanya imunisasi kejar bagi anak usia 12-59 bulan yang belum atau tidak lengkap status imunisasi polionya.


Berdasarkan laporan cakupan imunisasi rutin (OPV), ada dua Provinsi yang berisiko tinggi yakni Aceh dan Sumatera Barat dengan cakupan vaksinasi oral di bawah 60 persen pada tahun 2020. 

"Lalu, kita punya 13 provinsi juga yang cakupannya sedang, sebesar 80-94 persen. Kemudian, kita punya 6 provinsi dengan capaian cukup baik untuk imunisasi polio di atas 95 persen," ujar Prima.

Sementara itu, berdasarkan kab/kota, ada 60 kab/kota dari 514 kab/kota masuk kategori sengat berisiko dengan cakupan imunisasi masih dibawah 60 persen.

Kemudian, 132 kab/kota yang berisiko tinggi dengan cakupan 60-79 persen. Sedangkan 166 kab/kota berisiko sedang dan 154 kab/kota berisiko rendah. 

Lanjutnya, demikian juga dengan imunisasi suntikan (IPV) yang hijau hanya Jogja di tahun 2020. Untuk Kab/kota sebagian berisiko tinggi dan sangat tinggi.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr Arika Husnayanti melaporkan dari 14.000 anak ata setara 14,6 persen telah mendapatkan imunisasi polio di hari pertama pencanangan SUB Pekan Imunisasi Nasional Polio di Kabupaten Pidie. 

Pihaknya sangat optimis dapat mencapai target 95 persen dalam seminggu kedepan akan tercapai. 

Dia mengungkapkan, dari 14.000 anak yang sudah mendapatkan imunisasi polio, sebanyak 4.168 anak usia 0-59 bulan mendapatkan imunisasi polio, 854 anak usia 5 tahun. 

Selain Kabupaten Pidie, secara bertahap Sub PIN Polio akan dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Aceh.

Pada 5 Desember, akan dilaksanakan di enam kabupaten kota, yaitu Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan kota Sabang. 

Kemudian, 12 Desember, akan dimulai di 16 kabupaten kota lainnya. Sementara Sub PIN putaran kedua, akan dimulai minggu ke-4 Januari 2023 meliputi seluruh wilayah di Provinsi Aceh. (Kompas)

Share berita ini

dialeksis.com