DIALEKSIS.COM | Blangkejeren - Pembangunan dua unit sabodam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, terus dikebut. Hingga kini, progres pembangunan telah mencapai 32,84 persen.
Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I menyebut pembangunan sabodam tersebut merupakan bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir akhir tahun 2026.
“Pembangunan sabodam ini sebagai bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir akhir tahun 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai 32,84 persen,” ujar BWS Sumatera I dalam keterangan tertulis yang dilansir pada Sabtu (26/9/2026).
Sabodam dibangun untuk menahan dan mengendalikan material yang terbawa aliran sungai, seperti sedimen, lumpur, pasir, batu-batuan hingga debris.
Bangunan tersebut diharapkan mampu mengurangi aliran material dari wilayah hulu saat hujan deras yang berpotensi memicu banjir maupun longsor.
“Ketika sedimen dan material berukuran besar dapat tertahan, beban material yang bergerak menuju wilayah hilir dapat dikurangi sehingga aliran sungai menjadi lebih terkendali,” jelas BWS Sumatera I.
Dengan pembangunan ini, perlindungan terhadap permukiman, lahan, akses masyarakat, dan infrastruktur di sekitar aliran sungai diharapkan semakin meningkat.
BWS Sumatera I berharap pembangunan dua unit sabodam tersebut dapat segera rampung dan berfungsi optimal sebagai bagian dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana hidrometeorologi. [*]
Share berita ini