Cegah Abrasi Pesisir Pantai Aceh Besar, Pecinta Alam Tanam Mangrove

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat pecinta alam Aceh melakukan aksi tanam Mangrove di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (1/10/2022). 

Aksi tersebut dalam rangka memperingati hari MILAD Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Barracuda yang ke 17 Tahun. 

Ketua pelaksana kegiatan, Sabariah mengatakan keadaan kawasan pesisir pantai Aceh besar saat ini kian mengkhawatirkan khususnya di Pantai Desa Kajhu di dusun Mutiara Cemerlang. Pasang surut air laut menjadikan momok tersendiri bagi masyarakat sekitar. Dikhawatirkan kedepannya akan menjadi bencana ekologi yang mengancam kehidupan masyarakat. 

"Pengikisan pantai akibat abrasi sangat mengkhawatirkan warga desa setempat karena sering terjadinya pasang surut dan ditakutkan beberapa tahun kedepan pantai akan merusak rumah warga," ujar Sabariah kepada Dialeksis.com, Sabtu (1/10/2022). 


Sejumlah kelompok mahasiswa dan masyarakat pecinta alam Aceh melakukan aksi tanam Manggrovoe di Desa Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (1/10/2022). [Foto: Dialeksis/Naufal Habibi]

Sabariah menambahkan saat ini di dusun Mutiara Cemerlang, desa Kajhu tidak ada tanggul yang melindungi abrasi dari pemukiman masyarakat. Oleh sebab itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat Ikut menjaga pesisir dari abrasi dengan menanam tumbuhan mangrove. 

"Kegiatan ini juga diikuti oleh perangkat desa setempat dan gabungan para pecinta alam se-Aceh," ujarnya. 

Sabariah juga menambahkan adapun jenis tanaman mangrove yang ditanam berasal dari jenis Rhizophora mucronate, yang memiliki akar kuat sehingga baik untuk mencegah abrasi pantai. 

Sebanyak kurang lebih 500 pohon telah ditanam di sekitar pesisir pantai di desa kajhu ini, yang mengalami kondisi abrasi di kawasan ini. 

"Dengan harapan pohon mangrove yang nantinya tumbuh bisa mengurangi pengikisan tanah dan ekosistem yang dulunya mati dapat hidup kembali," ujarnya.


Sementara itu, Peserta Aksi Tanam Mangrove, Arga mengatakan mangrove memiliki berbagai manfaat. Selain berfungsi sebagai tanaman pelindung. Mangrove juga bisa dijadikan sebagai bahan alami pewarna batik yang ramah lingkungan. 

"Buah dari tanaman mangrove juga dapat digunakan sebagai bahan pembuat sirup dan selai serta jenis makanan lainnya," kata Arga. 

Arga berharap semoga kegiatan ini bisa menjadi kegiatan berkelanjutan yang berguna bagi masyarakat terutama bisa menjadi pendorong bagi UKM-PA Barracuda dan para pemerhati lingkungan lainnya agar menciptakan program yang positif dan berkelanjutan. "Semoga kedepan banyak program yang bermutu," pungkasnya. [NH]

Share berita ini

dialeksis.com