DIALEKSIS.COM | Aceh Besar - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Aceh melalui Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) melakukan panen perdana Jagung Hibrida HJ 12 di Gampong Saree Aceh, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, Sabtu (24/9/2022).
Dalam rilis yang diterima Dialeksis.com, Selasa (27/9/2022), Hadir dalam acara panen perdana itu Kepala BPTP Aceh Ir. M. Ferizal, M.Sc, Koordinator Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Kabupaten Aceh Besar M. Nasir, S.P. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang diwakili Ketua Jurusan Agroteknologi Dr. Siti Hafsah, S.P., M.Si dan para Peneliti dan Penyuluh BPTP Aceh serta mahasiswa dari jurusan Agroteknologi dan Teknik Pertanian FP USK.
Tujuan dari dilakukan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada petani dan mahasiswa bagaimana cara melakukan produksi benih Jagung Hibrida (HJ 12) secara mandiri di Aceh.
“Selama ini petani jagung di Aceh membeli benih jagung Hibrida harus memesan dari Balitserealia Maros, Sulawesi Selatan dan Jawa,” sebut M. Ferizal dalam sambutannya.
Kepala BPTP Aceh, juga menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan BPTP Aceh dapat memproduksi benih jagung hibrida sendiri pada tahun ini.
"Sehingga permasalahan ketersediaan benih jagung berkualitas yang selama ini dapat diatasi di lahan petani setempat, sehingga kemandirian benih jagung hibrida tercapai," katanya
Dia menyebutkan, HJ 21 merupakan varietas unggul baru dari Balitbangtan Kementerian Pertanian yang memiliki umur tanaman ±82 hari, dengan potensi hasil 12,2 ton/ha, rata-rata hasil ±11,4 ton/ha.
“Keunggulan lain dari HJ 12 ini adalah ketahanan penyakit bulai (Peronosclerospora philipinensis L), hawar daun (Helminthosporium maydis), dan karat daun. Dan yang lebih penting adalah varietas ini tergolong Stay Green sehingga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak saat tanaman hendak dipanen”, papar Ferizal
Sementara Firdaus, S.P., M.Si selaku penanggung jawab kegiatan menyebutkan bahwa benih jagung hibrida HJ 12 yang berhasil dilakukan itu berasal dari tetua jantan MR-14 dan tetua betina N-79.
“Tetua jantan dan betina kami peroleh dari Balai Penelitian Serealia (Balitserealia) Maros, Sulawesi Selatan.
Ia menambahkan, selain memproduksi benih sebar F1 Jagung Hibrida HJ 12, pada kegiatan itu pihaknya juga mendiseminasikan teknologi produksi benih jagung hibrida kepada petani penangkar untuk menghasilkan benih jagung yang berpotensi hasil tinggi.
Kegiatan produksi benih jagung hibrida di Gampong Saree Aceh selain melibatkan kelompok petani penangkar, sambungnya, juga diikuti oleh enam mahasiswa bidang minat pemuliaan tanaman dan mahasiswa dari jurusan teknik pertanian Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.
Ketua Jurusan Agroteknologi Faperta USK, Dr. Siti Hafsah, S.P., M.Si dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada BPTP Aceh yang telah mengikutsertakan mahasiswa praktek lapang pada kegiatan produksi benih Jagung Hibrida tersebut.
“Kegiatan produksi benih jagung ini sangat mendukung upaya penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) USK Unggul, karena para mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung di lapangan dalam produksi benih Jagung Hibrida," ucapnya.
Ketua kelompok tani Mustaji yang juga selaku penangkar menyampaikan terima kasih kepada BPTP Aceh yang telah membina dan mendampingi petani dalam memproduksi benih jagung hibrida.
"Semoga apa yang kami hasilkan ini dapat kami lanjutkan dan diikuti oleh petani lainnya dalam kelompok juga kepada kelompok tani lain," harap Mustaji. ()
Share berita ini