BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai Aceh

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sejumlah wilayah Aceh, Minggu (23/8/2026).

Sebanyak 18 kabupaten dan kota diprakirakan berpotensi mengalami hujan deras disertai angin kencang. Wilayah tersebut meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Utara.

Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, serta Nagan Raya.

Sementara itu, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang diminta mewaspadai angin kencang yang masih berpotensi terjadi hingga Senin (24/8/2026).

Ancaman perubahan cuaca secara cepat telah terlihat pada Sabtu malam (22/8/2026). BMKG Aceh pada pukul 18.14 WIB memperbarui peringatan dini cuaca yang menyebutkan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi mulai pukul 18.24 WIB.

Hujan tersebut dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di 11 kecamatan, yakni Serbajadi, Rantau Peureulak, Indra Makmu, Banda Alam, Simpang Jernih, dan Peunaron di Kabupaten Aceh Timur.

Peringatan serupa berlaku untuk Kecamatan Indrapuri dan Darul Kamal di Aceh Besar, Kecamatan Pining di Gayo Lues, serta Kecamatan Tamiang Hulu dan Tenggulun di Aceh Tamiang.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut dapat meluas ke sedikitnya 66 kecamatan di 11 kabupaten dan kota lainnya.

Di Aceh Selatan, potensi perluasan hujan mencakup Kecamatan Kluet Timur. Sementara di Aceh Tenggara meliputi Lawe Alas, Bambel, Babussalam, Badar, Darul Hasanah, Lawe Bulan, Bukit Tusam, Ketambe, Deleng Pokhkisen, Lawe Sumur, dan Tanoh Alas.

Di Aceh Timur, hujan berpotensi meluas ke Darul Aman, Julok, Birem Bayeun, Nurussalam, Peureulak, Rantau Selamat, Simpang Ulim, Pante Bidari, Madat, Peureulak Timur, Peureulak Barat, Sungai Raya, dan Darul Falah.

Untuk Aceh Tengah, wilayah yang perlu waspada meliputi Linge dan Bintang. Sedangkan di Aceh Barat mencakup Kaway XVI, Woyla, Bubon, Pante Ceureumen, dan Panton Reu.

Wilayah Aceh Utara menjadi salah satu kawasan dengan cakupan potensi perluasan hujan paling banyak, yakni Baktiya, Kuta Makmur, Lhoksukon, Meurah Mulia, Samudera, Seunuddon, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, Tanah Luas, Tanah Jambo Aye, Nisam, Cot Girek, dan Langkahan.

Potensi hujan juga mencakup Baktiya Barat, Paya Bakong, Simpang Kramat, Lapang, Pirak Timur, Geuredong Pase, dan Nisam Antara.

Di Gayo Lues, cuaca buruk diperkirakan meluas ke Rikit Gaib, Puteri Betung, dan Dabun Gelang. Sementara di Nagan Raya mencakup Kecamatan Seunagan Timur.

Di Aceh Tamiang, wilayah yang masuk dalam potensi perluasan hujan meliputi Manyak Payed, Bendahara, Karang Baru, Kejuruan Muda, Rantau, Bandar Pusaka, dan Sekerak.

Adapun di Bener Meriah mencakup Kecamatan Syiah Utama dan Mesidah. Sedangkan di Kota Lhokseumawe, potensi hujan diperkirakan meluas ke Kecamatan Blang Mangat dan sekitarnya.

BMKG memperkirakan kondisi cuaca pada Sabtu malam tersebut berlangsung hingga pukul 21.45 WIB. Peringatan jangka pendek itu telah berakhir, tetapi masyarakat tetap diminta waspada karena potensi cuaca ekstrem di Aceh diprakirakan masih berlangsung hingga 24 Agustus 2026.

Prakirawan BMKG Malikussaleh, Hesty, menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO secara spasial, Gelombang Kelvin, serta terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin.

“Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatra juga berpotensi meningkatkan penguapan sehingga menambah kandungan uap air di atmosfer,” kata Hesty.

Sejumlah kondisi atmosfer tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di Aceh. Hujan sedang hingga lebat juga dapat turun secara tiba-tiba, terutama pada sore sampai malam hari, setelah pemanasan permukaan berlangsung cukup intens pada siang hari.

Cuaca buruk berpotensi mengurangi jarak pandang serta memicu pohon tumbang, genangan, banjir lokal, banjir bandang, dan tanah longsor di wilayah rawan.

Masyarakat diminta berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan. Pengendara diimbau mengurangi kecepatan saat hujan deras, sedangkan warga diminta tidak berlindung di bawah pohon besar, tiang listrik, papan reklame, maupun bangunan rapuh ketika petir dan angin kencang terjadi.

Informasi peringatan dini dapat berubah sesuai perkembangan atmosfer. Masyarakat diimbau terus memantau informasi resmi melalui laman nowcasting BMKG, aplikasi InfoBMKG, dan kanal media sosial resmi BMKG. [arn]

Share berita ini

dialeksis.com