Blok B Jangan Hanya Jadi Merek Saja Dikelola Oleh Aceh

DIALEKSIS.COM | Lhokseumawe - Setelah perjuangan yang panjang, kini Aceh bisa memiliki wewenang untuk mengambil alih pengelolaan minyak dan gas bumiBlok B di Aceh Utara, namun hal tersebut jangan hanya jadi merek saja.

Akademisi Universitas Malikussaleh, Wahyuddin Albra mengatakan, jangan sampai nantinya pengelolaan tersebut, di subkontrak pengelolaannya dengan perusahaan-perusahaan lainnya.sehingga Aceh hanya menjadi merek saja.

“Untuk ini saya pikir, pemerintah daerah dan PT Pembangunan Aceh (PEMA), harus mempersiapkan ahli teknologi. Apalagi banyak orang-orang Aceh yang pintar dengan persoalan Migas,” ujar Wahyuddin kepada dialeksis.com, Selasa (4/5/2021).

Wahyuddin menambahkan, banyak orang Aceh yang bekerja di perusahaan migas di luar negeri, karena mereka masih produktif maka harus diajak untuk mengelola migas Aceh dan harus diberikan isentif yang jelas.

Hal yang harus dilakukan adalah, dalam proses pengambil alih blok B tersebut maka harus dilakukan secara keseluruhan dan mestinya yang mengelola blok itu adalah orang-orang Aceh.

“Aceh sudah mengelola sendiri migasnya, maka mestinya yang mengelola adalah orang-orang Aceh. Banyak orang Aceh yang bekerja di perusahaan migas. Ada di Indonesia mau pun di luar negeri, maka itu harus dilibatkan,” tutur Wahyuddin.


Share berita ini

dialeksis.com