Berikut Daftar UMP 2022, Provinsi Aceh Berapa?

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kesejahteraan masyarakat tentu tidak hanya dihitung berdasarkan pekerjaan yang diperolehnya, namun juga penghasilan atau gaji yang diterimanya ketika bekerja dalam bentuk imbalan.

Lantas jadi pertanyaan, berapakah standar Upah Minimum Provinsi (UMP) di setiap Provinsi? Berdasarkan Litbang Dialeksis.com, Rabu (12/10/2022) berikut daftar UMP di 34 Provinsi di Indonesia:

1. Aceh: Rp3.166.460

2. Riau: Rp2.938.564

3. Kepulauan Riau: Rp3.144.466

4. Sumatera Selatan: Rp3.144.446

5. Sumatera Utara: Rp2.522.609

6. Sumatera Barat: Rp2.512.539

7. Kepulauan Bangka Belitung: Rp3.264.884

8. Bengkulu: Rp2.238.094

9. Jambi: Rp2.649.034

10. Lampung: Rp2.440.486

11. Banten: Rp2.501.203

12. DKI Jakarta: Rp4.573.845

13. Jawa Barat: Rp1.841.487

14. Jawa Tengah: Rp1.813.011

15. Jawa Timur: Rp1.891.567

16. Yogyakarta: Rp1.840.951

17. Bali: Rp2.516.971

18. Nusa Tenggara Barat: Rp2.207.212

19. Nusa Tenggara Timur: Rp1.975.000

20. Kalimantan Barat: Rp2.434.328

21. Kalimantan Tengah: Rp2.922.516

22. Kalimantan Selatan: Rp2.906.473

23. Kalimantan Timur: Rp3.014.497

24. Kalimantan Utara: Rp3.310.723

25. Sulawesi Barat: Rp2.678.863

26. Sulawesi Utara: Rp3.310.723

27. Sulawesi Tengah: Rp2.390.739

28. Sulawesi Tenggara: Rp2.710.595

29. Sulawesi Selatan: Rp3.165.876

30. Gorontalo: Rp2.800.580

31. Maluku: Rp2.619.312

32. Maluku Utara: Rp2.862.231

33. Papua: Rp3.561.932

34. Papua Barat: Rp3.200.000


Berdasarkan data diatas saat ini UMP tertinggi yaitu dipegang oleh DKI Jakarta yakni Rp4.573.845. Ternyata, berdasarkan Kepmenaker Nomor 226 Tahun 2000 Pasal 4, UMP ditetapkan oleh gubernur.

Dikutip dari glints.com, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Indonesia, Ida Fauziah menyebutkan bahwa Upah Minimum di Indonesia termasuk tinggi, sehingga kebanyakan pengusaha sulit untuk menjangkaunya.

Menurutnya, upah yang ideal berada di kisaran 0,4 persen hingga 0,6 persen. Namun, Indonesia sudah melebihi 1 persen. Sehingga, memerlukan penyesuaian formula perhitungan upah minimum.

“Kondisi Upah Minimum yang terlalu tinggi mengakibatkan sebagian besar pengusaha tidak mampu menjangkaunya. Hal itu berdampak terhadap Implementasinya di lapangan,” ucapnya seperti dilansir dari CNN Indonesia pada Selasa (11/6/2021). [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com