DIALEKSIS.COM | Aceh - Dalam rangka menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh Almuniza Kamal, membersihkan situs makam peninggalan sejarah di Kawasan Gampong Ulee Tui, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (4/11/2022).
Aksi meuseuraya (gotong royong) tersebut, turut melibatkan prajurit Kodam Iskandar Muda (IM), Polda Aceh, Sat Pol PP, pegiat sejarah, arkeolog, dan perangkat desa setempat.
Almuniza mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan rutin setiap Jumat dan dimotori oleh Kepala Perhubungan Kodam (Hubdam) IM, Kolonel Jun H Mastra. Selama ini, sasaran meuseuraya nisan kuno, kerap dilakukan di pelosok desa kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar.
“Hari ini saya bersama teman-tenan TNI, Polri dan masyarakat sekitar melakukan rehab bersama terhadap kuburan para syuhada, ulama kita terdahulu,” kata mantan Kepala BPPA itu.
Ia menuturkan, mencintai negeri bisa dengan cara apapun, termasuk peduli terhadap apa yang ditinggalkan pada masa lalu.
"Dengan begitu, peningalan sejarah itu harus dirawat dan dilestarikan agar generasi ke depan bisa mempelajari serta mengetahui kisah para ulama dan raja Aceh," ucapnya.
Untuk itu, Almuniza mengajak masyarakat Aceh untuk ikut serta merawat makam para ulama, yang masih banyak tercecer di sudut kota maupun pelosok desa.
“Mari rekan-rekan kita cintai negeri ini dengan peduli terhadap apa yang sudah ditinggalkan masa lalu, dengan selalu datang ke makam dan membersihkannya. Insyaallah, Allah akan merahmati dan selalu melimpahkan rezeki untuk kita,” ucapnya.
Selain ke Desa Ulee Tui, Almuniza bersama Kahubdam IM, Kolonel Jun H Mastra, berkesempatan meninjau makam Sultan Alauddin Riayat Syah atau kakek dari Sultan Iskandar Muda di Gampong Ulee Kareung, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar.
"Alhamdulillah, membersihkan dan merawat kompleks pemakaman beliau (Sultan Alauddin Riayat Syah) inilah juga merupakan bentuk kita mencintai sejarah. Jika kita bangga dengan masa lalu kita, sudah seharusnya ikut membersihkan dan ikut menjaganya agar tetap lestari. Saya tunggu rekan-rekan, bersama kami, kita bersihkan lingkungan ini (makam peninggalan sejarah),” ajaknya. [DBP]
Share berita ini