Banjir Masih Melanda Aceh, Pengamat: Pemerintah Harus Punya Neraca Pangan Penuhi Kebutuhan Masyarakat

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bencana banjir yang menimpa Aceh tepatnya di Aceh Tamiang membuat akses jalan lintas nasional terputus yang menyebabkan aktivitas pengiriman kebutuhan pangan di Aceh juga tersendat.

Hal ini sangat mempengaruhi terhadap angka Inflasi bagi Provinsi Aceh. Hal tersebut disampaikan oleh Rustam Effendi selaku Pengamat Ekonomi. 

“Pastinya ini akan berpengaruh pada Inflasi tentunya,” katanya kepada Dialeksis.com, Senin (7/11/2022).

Dia juga menjelaskan, Inflasi terjadi akan dua sebab. Pertama, suplai tetap, Demand meningkat, harga naik. Kedua, Demand tetap, supply terbatas, naik terus harganya. 

“Kenapa suplai terbatas, pertama angka produksi yang terbatas, kemudian adanya bencana alam, seperti saat ini terjadi di Aceh (Banjir) sehingga jalur distribusi jadi terhambat,” sebutnya.

“Tidak hanya distribusi, sejumlah wilayah pertanian juga mengalami musibah, yang dimana gagal panen, sehingga terganggu suplai,” tambahnya. 


Oleh karenanya, banyak beberapa komoditas pangan seperti telur, kentang, sayur-sayuran lainnya akan terbatas stoknya. 

Menurutnya, jika sudah terhambat jalur distribusi dari darat sudah terhambat, maka harus melalui dari distribusi laut maupun udara untuk memenuhi kebutuhan stok pangan di Aceh untuk menekan angka inflasi tentunya. 

Dalam hal ini, dia mengatakan apakah pemerintah Aceh dapat memenuhi hal tersebut?

“Untuk mengetahui kebutuhan itu, Pemerintah Aceh juga harus mempunyai neraca pangan agar dapat memenuhi kebutuhan stok pangan di Aceh. Dengan begitu sangat mudah menghitung kebutuhan stok pangan di Aceh, jika itu tidak bisa sulit sekali mengetahui kebutuhan pangan di Aceh, terutama dalam kondisi bencana seperti ini,” pungkasnya. [ftr/bna]

Share berita ini

dialeksis.com