DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Bencana banjir yang menimpa Aceh tepatnya di Aceh Tamiang membuat akses jalan lintas nasional terputus yang menyebabkan aktivitas pengiriman kebutuhan pangan di Aceh juga tersendat.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Aceh, Ir. Mohd Tanwier mengatakan, sebenarnya Pemerintah Aceh akan menjadwal pasar murah bagi masyarakat dan ditambah dengan musibah Banjir di Aceh.
“Sementara ini yang sangat urgen itukan telur ayam, sementara yang lainnya masih oke dan aman saja stoknya,” katanya kepada Dialeksis.com, Senin (7/11/2022).
Lanjutnya, ia mengatakan, jalur distribusi lalu lintas nasional sebenarnya sudah bisa lewat untuk truk saja.
“Hasil koordinasi dengan agen saat ini truk sudah bisa lewat namun estimasi perjalanan akan lebih lama dari sebelumnya, yang dimana sebelumnya hanya memakan waktu 15 jam kini harus memakan waktu 20 jam,” ungkapnya.
Namun, katanya, stok di pasar sudah mulai berjalan lagi. “Insya allah kebutuhan pasar akan dipenuhi kembali,” katanya.
“Kita juga koordinasi dengan Polres Aceh Tamiang untuk dapat koordinasi dengan sopir pembawa stok posisi timur untuk dilewatkan, kebutuhan stok di Barat alhamdulillah masih aman,” ungkapnya lagi.
Dia mengungkapkan, bahwa sudah berupaya mendistribusikan kebutuhan pangan melalui jalur laut, namun biaya distribusinya sangat tinggi.
“Tapi karena sudah bisa lewat truk, jadi sudah meringankan sedikit. Kalau pakai Boat itu sangat tinggi biayanya bisa mencapai angka Rp 50 Juta, sedangkan yang disewakan masyarakat sekitaran Rp 10 Juta dan itu untuk sayur-sayuran. Karena saat ini truk bisa sudah bisa lewat, jadi sudah berkoordinasi dengan Polres Aceh Tamiang untuk diutamakan truk yang membawa telur," sebutnya.
“Wilayah timur ini langka telur, jadi truk-truk tersebut yang didahulukan, dibanding lainnya. Diharapkan dalam 2-3 hari kedepan harga telur bisa stabil lagi,” tambahnya.
Dia mengatakan, sejauh ini koordinasi sudah dilakukan dengan seluruh para distributor di Aceh agar bisa segera memenuhi stok pasar. “Jadi ketika ada kendala itu selalu berkoordinasi agar distribusi tetap lancar,” pungkasnya. [ftr/bna]
Share berita ini