Bandara SIM Jadi Tempat Transit Umrah, Kadishub Aceh: Ini Sedang Diupayakan

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membahas sejumlah isu transportasi di Aceh, Jakarta, Selasa (23/8/2022) lalu. 

Dirinya meminta agar banda Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar bisa segera melayani penerbangan internasional dengan diterbitkan surat edaran dari Kemenhub dan Satgas Covid-19.

“Kemarin terkait entry point sudah dirapatkan lintas Kementerian/Lembaga yang dipimpin oleh Kemenko Marves dimana hasilnya Bandara SIM adalah salah satu prioritas. Mohon kiranya Bapak Menhub bisa mendukung dengan menerbitkan surat edaran ,” kata Achmad Marzuki seperti dilansir dari website resmi Dishub Aceh, Senin (12/9/2022).

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengatakan, saat ini Dishub Aceh terus berupaya Bandara SIM menjadi atau sebagai Half of Umrah dari seluruh Indonesia.


Ia mengungkapkan, bahwa Pj Gubernur Aceh sudah bertemu dengan Menhub RI untuk membahas terkait hal ini. 

“Selanjutnya, Dishub Aceh akan berkolaborasi dengan bandara-bandara lain agar penerbangan umrah menuju jeddah dan Madinah mampir di Bandara SIM untuk mengisi jamaah umrah asal Aceh,” katanya ketika diwawancarai awak media pada Minggu (11/9/2022) di Museum Aceh, Banda Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal. [Foto: Dialeksis/ftr]

Ia mengungkapkan sejak Agustus hingga April 2023 sudah terdaftar 24.00 Jamaah Umrah. “Berdasarkan informasi sudah ada 24.000 jamaah Umrah dan semua berasal dari Aceh, ini informasi yang sudah kami dapat dari travel yang spesialis haji dan umrah,” ungkapnya.

Artinya apa? Ia menjelaskan, Aceh berpotensi sebagai tempat transit umrah di Indonesia. Maka, lanjutnya, peluang ini harus diwujudkan bersama. “Dengan Bandara SIM sebagai transit umrah, ini juga akan memberikan nilai positif untuk Aceh,” ujarnya. [ftr]

Share berita ini

dialeksis.com