DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Azhari Cage dikabarkan dikeroyok oleh tiga pemuda di kantornya, Banda Aceh, pada Senin (21/11/2022).
Insiden pemukulan itu terjadi pada siang hari tepatnya sekitar pukul 14.30 WIB. Menanggapi itu, ketika awak media menghubungi Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh menanyakan hal tersebut ternyata belum ada laporan terkait insiden tersebut.
“Belum ada laporan polisi mengenai kejadian tersebut,” ujarnya Senin malam sekiranya pukul 22.55 WIB melalui pesan melalui pesan Whatsapp.
Pasca Bogem mentah terhadap Ketua BRA dari tiga pemuda itu, ternyata Azhari Cage dikabarkan telah mengundurkan diri sebagai Ketua BRA dengan terpaksa.
Hal itu disampaikannya dalam laman resmi Facebooknya pada Senin malam, sekiranya pukul 19.00 WIB.
Dikutip dari laman facebooknya, Azhari sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa ia mengundurkan diri dengan terpaksa.
Berikut pernyataannya di laman resmi facebooknya:
“Assalamualaikum wr wb rakan2 yang mulia, setelah melalui menjadi ketua BRA selama hampir setahun dan keadaan BRA yang tidak adanya dana reguler, yang ada anggaran cuma dana pokir dan ploting dana cuma khusus sudah ada by name by addres dan tentunya otomatis tidak akan bisa bantu rekan2 yang proposalnya masuk ribuan, setelah menyelesaikan beberapa hal yang menyangkut administrasi utk anggaran tahun ini saya terpaksa mengundurkan diri dari ketua BRA Aceh,karena jangan sampai orang lain yang menikmati hasil sumpah serapah nya ke ketua BRA,semoga kedepan orang lain bisa berbuat lebih baik, wslm”
Sejauh ini pernyataannya membuat kontroversial di masyarakat. Banyak pertanyaan yang muncul terkait mundurnya Azhari Cage.
Sebelum adanya insiden tersebut dan mundurnya Azhari sebagai Ketua BRA, diketahui BRA sendiri sudah menyalurkan bantuan bernilai Rp 13 miliar untuk Kombatan GAM dan korban konflik.
Penyerahan tersebut berlangsung secara simbolis di halaman masjid islamic center kota Lhokseumawe yang dilakukan Kapolda Aceh didampingi Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) pada Rabu (16/11/2022) malam.
Adapun yang diserahkan yakni berupa mesin pemotong padi, mesin traktor, termasuk dalam kategori ekonomi tentang perikanan, seperti bibit udang kerapu, kakap dan udang vaname.
Namun, banyak berspekulasi bahwa penyerahan bantuan tersebut diduga tidak tepat sasaran. Dikarenakan, seperti diberitakan oleh Modusaceh.co pada Senin malam (21/11/2022), Kepala Satuan Pelaksana (Satpel) BRA Aceh Utara, Anwar Cage mempertanyakan soal 657 penerima bantuan yang disebut melalui media pers, untuk kombatan GAM wilayah Pase atau Kabupaten Aceh Utara.
Berdasarkan pernyataan Anwar diduga seserahan bantuan tersebut tidak tepat sasaran Dikarenakan dirinya kerap mendapat pertanyaan dan komplain dari rekan-rekan.
“Nama siapa dan dimana alamatnya? Itu yang dipertanyakan rekan-rekan kombatan GAM di Pasee kepada saya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dialeksis.com, mencoba mentracking beberapa program BRA yang dilelang di LPSE.
Terdapat 4 (Empat) tender yang keempatnya merupakan jenis pengadaan (Pengadaan Barang). Berikut pengadaan yang dimaksud:
[Foto: Tangkapan Layar]
Sejauh ini Dialeksis.com, sejak Senin malam tidak terhubung sama sekali dengan Azhari Cage melalui via telepon. [ftr/bna]
Share berita ini