DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ajang Prestasi Robotik, Sains, Olahraga, dan Seni (APRESIASI) Madrasah 2026 diharapkan menjadi wadah pengembangan bakat siswa sekaligus mendorong budaya berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di lingkungan madrasah.
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Aceh, Khairul Azhar, mengatakan APRESIASI juga menjadi sarana pembentukan karakter jujur, disiplin, dan sportif melalui kompetisi olahraga dan seni.
“Lewat ajang ini, kita menjaring dan mengembangkan bakat serta potensi peserta didik madrasah di Aceh, sekaligus menyiapkan perwakilan terbaik untuk berlaga di tingkat nasional,” ujar Khairul dalam pembukaan APRESIASI 2026 di venue angkat besi PABSI, Stadion Harapan Bangsa, Selasa (13/10/2026) malam.
Menurut Khairul, penyelenggaraan APRESIASI juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan ukhuwah di lingkungan Kementerian Agama Aceh. Ajang ini sekaligus memberikan penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan yang berdedikasi, menjadi teladan, serta berinovasi dalam pembelajaran.
Dia menjelaskan, gagasan penyelenggaraan APRESIASI antara lain berasal dari Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Provinsi Aceh. Kegiatan tersebut diharapkan menghidupkan kembali semangat kompetisi setelah sekitar 10 tahun Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kemenag Aceh tidak terlaksana.
Koordinator Panitia APRESIASI Madrasah 2026, M Najib, menyebutkan kegiatan yang berlangsung hingga 16 Oktober 2026 itu diikuti 1.473 peserta dan 759 pendamping, atau total 2.232 orang.
Kompetisi mencakup berbagai bidang untuk jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Cabang yang dilombakan antara lain tahfiz, tilawah, kaligrafi, pidato, cerdas cermat, koding dan robotik, olahraga, serta riset. Untuk guru dan tenaga kependidikan, kompetisi juga mencakup kategori inspiratif, dedikatif, dan inovatif. [*]
Share berita ini