Apa yang Sudah Dilakukan Pj Gubernur Aceh 100 Hari Kerjanya

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Tidak terasa perputaran waktu, sejak dilantik menjadi Pj Gubernur Aceh pada 6 Juli 2022 lalu, Achmad Marzuki sudah menggerakan seluruh kekuatanya untuk terus memaju pembangunan demi kemajuan Aceh.

Dari data yang berhasil Dialeksis.com rangkum, ada sejumlah kegiatan Pj Achmad Marzuki yang sudah memberikan angin segar bagi perkembangan kemajuan Aceh untuk kedepan.

Sejumlah kegiatanya itu antara lain; Sudah terealisasinya Bandara Sultan Iskandar Muda sebagai bandara internasional dengan maskapai penerbangan Air Asia dan kini sedang diperjuangkan agar bandara ini menjadi center of umrah.

Hasil kolaborasi Disbudpar Aceh sudah ada pembukaan 2 rute trans wisata (trans Muediwana) setiap hari Minggu pada rute yang ada objek wisatanya.

Memacu perkembangan revitalisasi pelabuhan Ulee Lheue, sudah diterapkanya e-kiosk retribusi pada dua terminal tipe B. Selain itu juga memberikan dukungan Menhub terhadap penugasan kepada Pelindo untuk pengerukan kolam Pelabuhan Kuala Langsa, serta pengerukan Lampulo pada tahun 2023.


Pj Gubernur Aceh juga sudah menggerakan seluruh stafnya untuk menyukseskan Aceh (Sumut dan Aceh) sebagai tuan rumah PON 2024. Lokasi PON untuk Aceh sudah disetujui, tentunya ini peluang untuk menyerap banyak tenaga kerja.

Di Sela-sela kegiatan serimonialnya, Pj Gubernur Aceh juga sudah memastikan agar peremajaan 500 hektar lahan kopi terlaksana dengan baik. Demikian dengan pengembangan 50 hektar untuk tanaman nilam, tanaman kelapa yang mencapai 100 hektar serta peremajaan karet juga 100 hektar.

Selain itu, dari Dirjen Tan Pangan juga ada pengembangan Food estate seluas 10.000 hektar, untuk kedelai 7.000 hektar, padi lahan kering 300 hektar, padi kaya gizi 1.500 hektar, padi sawah 9.500 hektar, penangkaran 50 hektar, Jagung 15.440 hektar, ada bantuan alat mesin padi 109 unit, serta 8 unit pengolahan pangan.

Dari Dirjen hortikultura, ada sarana pengolahan cabe dan bawang 2 unit, pengembangan bawang merah 30 hektar, pengembangan cabe 120 hektar, pengembangan tanaman obat 20 hektar, jahe 30 hektar, pisang barangan 30 hektar. Ada juga untuk jeruk 20 hektar, durian 70 hektar, sarana pengemasan 1 unit dan sarana panen 2 unit

Sementara itu dari Dirjen PSP ada sarana traktor dan mesin lainnya 87 unit, optimasi lahan sawah kering 2.100 hektar, embung 18 unit, rehabilitasi jaringan irigasi tersier 56 unit, irigasi perpipaan 10 unit, irigasi perpompaan besar dan menengah 26 unit, ada juga program asuransi tani 4.000 hektar, serta jalan usaha tani dan produksi 59 unit/ lokasi.

Aceh juga mendapat bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM RI, ada bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) untuk 248,815 Usaha Mikro, Mayor Project Pengelolaan Terpadu UMKM Komoditas Nilam (Factory Sharing) untuk 1 (satu) Koperasi Sekunder dan 5 (lima) Primer.


Selain terus memacu perkembangan pembangunan fisik, serta sejumlah kegiatan lainya, Pj Gubernur dua hari yang lalu sudah mengumpulkan para bupati dan walikota dalam sebuah rakor yang tentang inflasi, stunting, kemiskinan, banjir, tambang minyak rakyat, serta sejumlah persoalan lainya di Aceh.

Kini Pj Gubernur Aceh sedang memperjuangkan agar Bandara SIM dapat dijadikan sebagai sebagai Centre Of Umrah, peningkatan ekspor komoditi Aceh melalui pelabuhan di Aceh, serta penambahan rute angkutan udara perintis TA 2023. [Baga]


Share berita ini

dialeksis.com