DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Macetnya arus lalu lintas jalan di beberapa wilayah di Aceh akibat antrian kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) membuat aktivitas masyarakat terganggu.
Hal tersebut tentu menjadi tanda tanya dari masyarakat mengapa bisa terjadinya kemacetan parah, apakah karena langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga membuat antrian kendaraan sangat panjang dan sangat lama?
Hal tersebut juga menjadi tanda tanya bagi Alfian selaku Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) terkait hal tersebut.
Alfian mengatakan, secara prinsip ini memang perlu adanya responsif terhadap dinamika pelayanan publik di Aceh saat ini.
Menurutnya, ini harus ada inisiatif dan responsif dari hal-hal seperti itu yang sudah menjadi mandatnya Ombudsman Perwakilan Aceh.
Akan tetapi, menurutnya lagi, antrian kendaraan yang membuat macetnya arus lalu-lintas itu, secara proses penanganannya lebih cepat ditangani oleh Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA).
“Kalau Ombudsman Aceh harus melakukan kajian terlebih dahulu, sehingga memakan waktu yang sangat lama, secara kewenangannya DPRA harusnya memiliki responsif yang lebih cepat, dengan cara memanggil Pertamina perwakilan Aceh untuk mempertanyakan hal tersebut,” jelasnya kepada Dialeksis.com, Sabtu (10/12/2022).
Lanjutnya, kejadian seperti ini sudah berulang-ulang terjadi sehingga ini harus menjadi perhatian daripada banyak pihak terutama Ombudsman Aceh.
“Karena ini soal pelayanan, saya pikir DPRA lebih cepat dalam menangani hal ini,” sambungnya.
“Jika hari ini antrian bisa stabil, kedepannya belum tentu ada jaminan akan tetap sama, makanya saya pikir semua pihak harus merespon hal ini, karena ini menyangkut publik. Artinya tidak hanya terjadi di Banda Aceh, namun terjadi di seluruh Kab/Kota di Aceh,” sambungnya lagi.
Kondisi kelangkaan minyak ini, kata Alfian, seperti kondisi kondisi negara yang sedang perang, serba kekurangan. [ftr/bna]
Share berita ini