DIALEKSIS.COM | Kuala Simpang - Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang menyatakan siap menindaklanjuti arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, yang meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat prediksi peningkatan intensitas curah hujan dalam tiga bulan ke depan.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij, S.STP, M.SP, kepada Dialeksis, Sabtu (19/9/2026) mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi internal serta menginstruksikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.
“Pemkab Aceh Tamiang telah melaksanakan konsolidasi dan menginstruksikan kepada SKPK terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dini guna mengantisipasi datangnya bencana serta melaporkan setiap perkembangan yang terjadi,” kata Muhammad Farij.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap arahan Pemerintah Aceh sekaligus upaya meminimalkan risiko yang dapat ditimbulkan apabila terjadi cuaca ekstrem dalam beberapa bulan mendatang.
Selain memperkuat koordinasi internal, Pemkab Aceh Tamiang juga menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkuat langkah-langkah mitigasi bencana di wilayah tersebut.
“Koordinasi dengan Forkopimda terus dilakukan terkait upaya mitigasi bencana agar setiap unsur dapat bergerak secara terpadu apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Farij menambahkan, kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menghadapi potensi bencana, terutama saat memasuki periode cuaca dengan intensitas hujan yang diperkirakan meningkat.
Di samping upaya teknis yang dilakukan, Pemkab Aceh Tamiang juga berharap kondisi cuaca tetap kondusif sehingga masyarakat terhindar dari berbagai dampak bencana.
“Kita berharap kepada Allah SWT agar bencana tidak terjadi dan masyarakat Aceh Tamiang senantiasa berada dalam keadaan aman dan terlindungi,” kata dia.
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, pada Kamis, 17 September 2026, meminta seluruh bupati dan wali kota se-Aceh meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana menyusul prediksi peningkatan intensitas curah hujan dalam tiga bulan ke depan.
“Langkah itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari peningkatan intensitas curah hujan yang akan terjadi selama kurun waktu tiga bulan ke depan,” kata Nurlis. [im]
Share berita ini