DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ambruknya Rumah Sakit (RS) Regional di Aceh Tengah ini terus menjadi sorotan. Pasca ambruknya RS Regional tersebut diketahui kini tengah diselidiki oleh Polda Aceh.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, dr Hanif mengatakan bahwa saat ini kasus tersebut tengah diselidiki oleh Polda Aceh.
“Untuk saat ini masih diselidiki oleh Polda Aceh,” katanya ketika diwawancarai awak media usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Dia mengatakan, RS Regional itu belum diresmikan sama sekali. “Belum, itu masih panjang pembangunannya,” sebutnya.
Diketahui, pasca ambruknya teras RS Regional di Aceh Tengah ini tengah diselidiki oleh Polda Aceh.
Dirreskrimsus Polda Aceh, Kombes Sony Sonjaya mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim untuk turun ke Tempat Perkara Kejadian (TKP). Selain itu, katanya, pihaknya juga menggandeng ahli dalam menyelidiki kasus tersebut.
Lebih lanjut lagi, Dialeksis.com, Rabu (9/11/2022) menghubungi salah satu rekanan yang mengerjakan proyek RS Regional itu.
Kepala Cabang Aceh PT Pulau Bintan Lestari mengakui bahwa pihaknya juga ikut terlibat dalam pembangunan RS Regional itu namun bukan dalam pengerjaan konstruksi.
“Kita memang rekanan yang mengerjakan RS bang, cuma kita bagian pasang plafon, kaca, dan lainnya. Struktur bukan kami yang kerjakan,” kata Kepala Cabang Aceh PT Pulau Bintan Bestari Sulaiman kepada Dialeksis.com, Rabu (9/11/2022).
Dia mengatakan, kalau bagian struktur itu dari Kabupaten. “Kita tidak tahu (Rekanan yang mengerjakan struktur), karena itu anggaran Kabupaten setahu saya,” ungkapnya.
Lanjutnya, Dia mengatakan, ketika RS tersebut dilimpahkan ke Provinsi, secara struktur sudah selesai. “Itu 2016 dilimpah ke Provinsi, kami mengerjakan plafon itu 2019,” sebutnya.
Diketahui, RS Regional itu ambruk pada 4 November 2022 lalu. Pengerjaannya diketahui menggunakan Dana Otonomi Khusus (Otsus). Bahkan sebelum beroperasi, RS Regional ini sudah ambruk bagian depan tiang penahan teras. [ftr/bna]
Share berita ini