DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua KPK, Firli Bahuri mengungkapkan daftar Provinsi terkorup dari 2004 sampai 2020. Adapun Provinsi terkorup di Indonesia peringkat pertama dipegang oleh Jawa Barat dengan total kasus 101 Kasus.
Ternyata Provinsi Aceh masuk dalam jajaran Provinsi terkorup yang dirilis oleh KPK. Aceh berada di peringkat 13 dengan 41 kasus.
Menanggapi itu, Koordinator MaTA, Alfian kepada Dialeksis.com, Sabtu (31/12/2022) mengatakan rilis KPK terhadap daftar Provinsi terkorup dari 2004 hingga 2020, dimana Aceh berada di peringkat 13 dengan 41 kasus.
“Yang perlu ditanyakan adalah bagaimana penanganan terhadap 41 kasus ini,” katanya kepada Dialeksis.com, Sabtu (31/12/2022).
“Selain 41 kasus ini, perlu diketahui oleh KPK, bahwa Aceh memiliki 1 kasus DPO yang sampai hari ini belum KPK selesaikan, dan sudah sangat lama sejak 2019,” sambungnya.
Alfian mengatakan, proses pengumuman yang termasuk dalam akuntabilitas kinerja KPK tidak hanya sekedar memberikan nomor urut saja, namun perlu ditanyakan bagaimana tindak lanjutnya.
“Terakhir pada tahun 2021, KPK juga melakukan proses penyelidikan terhadap Rp 5,4 Triliun DIPA anggaran Aceh yang itu terhadap 4 kasus tindak pidana korupsi. Saya pikir ini soal kepastian hukum, dan kita pikir ini juga menjadi catatan penting KPK kapan mau menyelesaikan kasus tersebut,” ujarnya.
“Karena kita juga tidak mau, di akhir 2023 nanti, KPK mengumumkan lagi hal yang sama, tapi dari 41 kasus itu menurut KPK itu masuk dalam tindak pidana korupsi itu belum terselesaikan,” tambahnya.
“Jadi tidak hanya sekedar pengumuman saja, namun ini soal kepastian hukum,” pungkasnya.
Berikut Provinsi terkorup di Indonesia:
1. Jawa Barat 101 kasus
2. Jawa Timur 93 kasus
3. Sumatera Utara 73 kasus
4. Riau dan Kepulauan Riau 64 kasus
5. DKI Jakarta 61 kasus
6. Jawa Tengah 49 kasus
7. Lampung 30 kasus
8. Sumatera Selatan 24 kasus
9. Banten 24 kasus
10. Papua 22 kasus
11. Kalimantan Timur 22 kasus
12. Bengkulu 22 kasus
13. Aceh 41 kasus
14. Nusa Tenggara Barat 12 kasus
15. Jambi 12 kasus
16. Sulawesi Utara 10 kasus
17. Kalimantan Barat 10 kasus
18. Sulawesi Tenggara 10 kasus
19. Maluku 6 kasus
20. Sulawesi Tengah 5 kasus
21. Sulawesi Selatan 5 kasus
22. Nusa Tenggara Timur 5 kasus
23. Kalimantan Tengah 5 kasus
24. Bali 5 kasus
25. Sumatera Barat 3 kasus
[ftr/bna]
Share berita ini