DIALEKSIS.COM | Redelong - Sekitar 50 ekor gajah liar diperkirakan masih berkeliaran di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kawanan satwa tersebut tersebar di tujuh kampung dan terus bergerak di sekitar perkebunan serta permukiman warga.
Keberadaan kawanan gajah dalam jumlah besar itu memicu keresahan masyarakat, terutama petani yang aktivitasnya terganggu akibat pergerakan satwa liar tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, reje, serta instansi terkait untuk menangani konflik manusia dan gajah.
Menurut Ilham, penanganan terpadu diperlukan untuk melindungi keselamatan warga sekaligus mencegah konflik serupa terus berulang.
BPBD juga menghimpun laporan dari wilayah terdampak, termasuk mendata kerusakan perkebunan serta dampak sosial dan ekonomi yang dialami masyarakat.
Ilham mengimbau warga agar tidak mendekati, mengejar, atau mengepung kawanan gajah karena tindakan tersebut dapat memicu agresivitas satwa.
Pemerintah daerah berharap pemerintah pusat dan instansi berwenang segera mengambil langkah konkret untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat serta menghadirkan solusi jangka panjang atas konflik gajah liar di Pintu Rime Gayo. [*]
Share berita ini