19,5 Ton Alpukat Hanya Bayar Retribusi 5 Ton, Bupati Bener Meriah: Kebocorannya Luar Biasa

DIALEKSIS.COM | Redelong - Bupati Bener Meriah, Ir. H. Tagore Abubakar, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan KM 35 sebagai langkah memperkuat pengawasan terhadap aktivitas keluar-masuk kendaraan pengangkut komoditas dan material di wilayah Kabupaten Bener Meriah pada Minggu (9/8/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas pengangkutan berjalan sesuai dengan ketentuan, termasuk terkait tonase kendaraan, pembayaran retribusi, pengangkutan material alam, serta komoditas yang dibawa keluar daerah.

Dalam pemeriksaan di lapangan, Bupati menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius serta ditindaklanjuti oleh perangkat daerah dan instansi terkait.

Sejumlah Temuan Menjadi Perhatian Pemerintah Daerah

Salah satu temuan dalam sidak tersebut adalah adanya sejumlah truk yang mengangkut material batu sungai. Bupati meminta agar aktivitas tersebut diperiksa secara menyeluruh, mulai dari asal material, legalitas pengambilan, pihak yang mengambil, pemilik material, kendaraan pengangkut, hingga tujuan material tersebut dibawa.

Bupati menegaskan, pengawasan terhadap aktivitas pengambilan material sungai perlu diperketat agar tidak menimbulkan kerusakan lingkungan maupun potensi kerugian bagi daerah.

Selain itu, Bupati juga memberikan perhatian terhadap kesesuaian tonase kendaraan dengan ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan terhadap muatan kendaraan dinilai penting untuk menjaga ketertiban angkutan sekaligus melindungi infrastruktur jalan dari dampak kendaraan dengan muatan berlebih.

Temuan lainnya berkaitan dengan angkutan komoditas alpukat. Dalam pemeriksaan, salah satu truk diketahui membawa sekitar 19,5 ton alpukat, sementara retribusi yang dibayarkan hanya dihitung sekitar 5 ton, dengan pembayaran sebesar Rp500 ribu.

Bupati menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut karena menyangkut optimalisasi penerimaan daerah.

“Kebocorannya luar biasa. Barang yang diangkut mencapai 19,5 ton, cuma dibayar lima ton. Mirisnya lagi, alpukat yang dibawa masih buah kecil,” ujar Tagore.

Dalam pemeriksaan kendaraan lainnya, Bupati juga menemukan puluhan jerigen berisi cairan yang diduga solar di dalam salah satu truk.

Temuan tersebut selanjutnya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang untuk memastikan jenis, asal, serta peruntukan cairan tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berbagai temuan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk memperkuat pengawasan di jalur keluar-masuk komoditas dan material.

Bupati Tagore menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya berkaitan dengan penerimaan retribusi daerah, tetapi juga menyangkut perlindungan sumber daya alam, kelestarian lingkungan, ketertiban angkutan, dan kepentingan masyarakat.

Menurutnya, kekayaan alam Bener Meriah harus dikelola secara tertib dan memberikan manfaat bagi daerah serta masyarakat. Jangan sampai sumber daya alam terus dibawa keluar daerah, sementara masyarakat justru harus menanggung dampak kerusakan lingkungan.

Minta Temuan Ditindaklanjuti, Bupati meminta perangkat daerah dan aparat terkait untuk menindaklanjuti setiap temuan di lapangan secara objektif dan sesuai kewenangan masing-masing.

 “Kita dorong aparat penegak hukum menindaklanjuti temuan ini. Jangan sampai praktik seperti ini terus berlangsung dan menjadi kebiasaan. Kalau dibiarkan, daerah yang akan menanggung kerugiannya,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan koordinasi antarinstansi guna memastikan seluruh aktivitas pengangkutan material dan komoditas berlangsung tertib, transparan, sesuai ketentuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Bener Meriah. [*]

Share berita ini

dialeksis.com