10 Tim Riset Madrasah Aceh Lolos Top 30 OMI 2026, Ini Daftar Sekolahnya

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebanyak 10 tim riset madrasah di Aceh berhasil masuk Top 30 Finalis proposal Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Bidang Riset 2026.

Capaian tersebut menjadi langkah awal bagi para peserta untuk melanjutkan penelitian dan bersaing menuju grand final tingkat nasional.

Sepuluh tim itu berasal dari MAN 2 Banda Aceh, MAN 1 Banda Aceh, MTsN 1 Banda Aceh, MTsN 1 Aceh Besar, MAS Darul Ihsan Aceh Besar, MTsN 3 Aceh Tengah, MAN 1 Bener Meriah, MTsN 1 Langsa, MAN Kota Lhokseumawe, dan MTsS Al-Muslimun Aceh Utara.

Mereka berhasil melewati seleksi proposal secara daring dan masuk 30 proposal terbaik pada ruang lingkup dan jenjang masing-masing. Setelah presentasi proposal, peserta akan mengikuti pembimbingan dan pelaksanaan riset hingga Oktober 2026.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Khairul Azhar, mengapresiasi capaian tersebut. Ia meminta peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan proposal menjadi penelitian yang kuat.

“Masuk Top 30 finalis merupakan capaian yang membanggakan, tetapi perjalanan mereka masih panjang. Yang terpenting sekarang bagaimana proposal itu dikembangkan menjadi riset yang baik, dengan pendampingan guru dan proses penelitian yang sungguh-sungguh,” kata Khairul yang dilansir pada Sabtu (19/9/2026).

OMI Riset 2026 merupakan kompetisi penelitian ilmiah bagi siswa jenjang MTs dan MA yang digelar Kementerian Agama RI. Tahun ini terdapat tiga ruang lingkup penelitian, yakni Ekoteologi, Sustainable Development Goals (SDGs), serta Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional.

Tahap Final dan Expo OMI Riset 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10-12 November 2026. Nantinya, enam tim terbaik dari setiap ruang lingkup dan jenjang akan ditetapkan sebagai grand finalis untuk memperebutkan medali dan penghargaan khusus.

Jumlah tim Aceh yang masuk Top 30 tahun ini meningkat dibandingkan OMI Riset 2025. Tahun lalu, tiga madrasah asal Aceh berhasil mencapai grand final dan membawa pulang medali.

Khairul berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi madrasah lainnya untuk terus mengembangkan budaya riset di kalangan siswa.

“Target kita bukan hanya tampil di kompetisi, tetapi membangun budaya riset di madrasah. Anak-anak belajar melihat persoalan di sekitarnya, mengolahnya menjadi gagasan, mencari data, lalu menghadirkan solusi melalui pendekatan ilmiah,” ujarnya. [*]

Share berita ini

dialeksis.com