Wali Nanggroe Minta Kader Partai Aceh Jaga Perdamaian dan Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al-Haytar meminta seluruh kader Partai Aceh (PA) menjaga perdamaian serta menjadikan kesejahteraan rakyat sebagai bagian penting dari perjuangan politik.

Hal tersebut disampaikan Malik Mahmud melalui rekaman video dari Penang, Malaysia, tempat dirinya sedang menjalani perawatan. Rekaman itu diputar dalam pembukaan Rapim Partai Aceh 2026 di Banda Aceh, Jumat (18/9/2026).

Dalam arahannya, Malik Mahmud berharap Rapim Partai Aceh dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang berdampak positif terhadap perkembangan partai dan kemajuan Aceh.

Ia mengingatkan seluruh kader untuk memperkuat persatuan dan mengedepankan kebersamaan meskipun terdapat perbedaan pendapat, generasi, maupun cara berpikir.

"Kita boleh berbeda pendapat, kita boleh berbeda generasi, kita boleh berbeda cara berpikir. Tetapi ketika menyangkut kepentingan Aceh dan masa depan rakyat Aceh, kita harus mampu berdiri bersama," ujar Malik Mahmud.

Menurutnya, tanggung jawab Partai Aceh ke depan semakin besar, terutama dalam mengawal pemerintahan, perekonomian, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

Malik Mahmud juga mengingatkan kader dan pejabat yang berasal dari Partai Aceh agar tidak melupakan tanggung jawab setelah memperoleh jabatan. Jabatan, kata dia, harus digunakan untuk bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Semakin tinggi jabatan saudara, semakin besar tanggung jawab saudara. Jangan setelah menjadi pejabat pekerjaan tidak lagi berjalan," katanya.

Ia juga meminta Partai Aceh memberikan ruang yang lebih nyata bagi generasi muda. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia merupakan bagian penting dalam menentukan masa depan Aceh.

Malik Mahmud menyebut Aceh memiliki berbagai potensi, mulai dari energi, pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang kuat.

"Politik harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan rakyat," tegasnya.

Dalam arahannya, Malik Mahmud turut mengimbau pentingnya menjaga hubungan baik dengan pemerintah pusat melalui komunikasi yang produktif. 

Menurutnya, perjuangan kepentingan Aceh harus dilakukan secara tegas sekaligus melalui jalur politik, hukum, dan diplomasi.

Ia kemudian menyampaikan enam hal yang perlu menjadi perhatian kader Partai Aceh.

Pertama, menjaga persatuan di Aceh. Kedua, menghormati mekanisme organisasi dan mengutamakan kepentingan masyarakat Aceh. Ketiga, memastikan setiap pejabat bekerja dengan baik dan menjaga ideologi perjuangan.

Keempat, membuka ruang bagi generasi muda untuk memperkuat kualitas organisasi. Kelima, memperjuangkan kepentingan Aceh melalui jalur politik, hukum, dan diplomasi yang bermutu. Keenam, menjadikan pembangunan ekonomi, investasi produktif, dan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu ukuran keberhasilan politik.

Malik Mahmud juga mengingatkan kader Partai Aceh agar tidak melupakan sejarah perjuangan Aceh yang telah melalui masa konflik panjang.

"Banyak orang telah berkorban agar generasi hari ini dapat hidup dalam keadaan damai. Jangan sia-siakan perdamaian, jangan sia-siakan kepercayaan dan jangan sia-siakan kekuasaan," ujarnya.

Ia berharap kader Partai Aceh mampu meninggalkan sesuatu yang baik bagi generasi berikutnya dengan membawa perjuangan politik menuju kesejahteraan masyarakat.

Wali Nanggroe berharap Rapim Partai Aceh 2026 menghasilkan keputusan yang baik, memperkuat persatuan partai, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.

"Sejarah telah mengajarkan kita. Tugas kita sekarang adalah membawa perjuangan politik itu menuju kesejahteraan rakyat Aceh," tutupnya. [nh]

Share berita ini

dialeksis.com