DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengajak seluruh pihak menyikapi berbagai persoalan yang masih membutuhkan proses penyelesaian, termasuk persoalan Bendera Aceh, dengan sabar dan tenang.
Hal itu disampaikan Fadhlullah saat membacakan jawaban dan tanggapan Gubernur Aceh terhadap pendapat Badan Anggaran (Banggar) DPRA dalam rapat paripurna DPRA, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, persoalan yang belum selesai perlu disikapi dengan komunikasi dan tetap menjaga suasana damai di Aceh.
"Terkait hal-hal yang masih membutuhkan proses, termasuk persoalan bendera Aceh, mari kita sikapi dengan sabar dan tenang, serta terus mengedepankan komunikasi dalam semangat menjaga perdamaian," kata Fadhlullah yang dilansir media dialeksis.com dalam akun YouTube DPRA, Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia mengatakan, persatuan dan kondisi Aceh yang aman dan kondusif penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
Selain itu, kondisi yang aman juga dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang baik di Aceh.
Fadhlullah juga mengajak semua pihak mengawal proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana agar berjalan tepat sasaran.
Ia berharap seluruh pihak dapat menjaga persatuan dan bersama-sama mempertahankan perdamaian serta keamanan di Aceh.
"Kita juga perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana ke depan, termasuk kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan, serta banjir," tutupnya. [nh]
Share berita ini