Spanduk Tolak Kedatangan Bahlil Beredar di Banda Aceh, Soroti Pengelolaan Migas Aceh

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah spanduk berisi penolakan terhadap rencana kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terlihat terpasang di beberapa titik strategis di Kota Banda Aceh, Kamis (9/7/2026).

Spanduk tersebut memuat kalimat, "Tolak Kedatangan Bahlil, Kembalikan Hak Kekayaan Alam Kami Aceh" disertai tagar #SaveAceh, #SaveBlokAndaman, #SavePoDAceh, dan #TolakBahlil.

Pantauan di lapangan menunjukkan spanduk-spanduk itu terpasang di kawasan Simpang Surabaya, depan Kantor Golkar Aceh, serta di sejumlah jembatan yang berada di pusat Kota Banda Aceh. Hingga berita ini ditulis, belum diketahui siapa pihak yang memasang spanduk tersebut.

Kemunculan spanduk itu diduga merupakan bentuk kekecewaan sebagian elemen masyarakat terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait pengelolaan minyak dan gas di Aceh, khususnya setelah ditandatanganinya dokumen Plan of Development (PoD) I Lapangan Tangkulo di Wilayah Kerja South Andaman.

Isu tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik karena Pemerintah Aceh menginginkan pengelolaan migas di Blok South Andaman mampu memberikan nilai tambah bagi daerah, termasuk melalui pembangunan fasilitas pengolahan di Aceh sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

Tagar yang tertera pada spanduk juga menunjukkan penolakan terhadap PoD yang telah disetujui, sekaligus menjadi simbol tuntutan agar pengelolaan kekayaan alam Aceh lebih berpihak kepada kepentingan daerah.

Diketahui, kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Aceh pada 11-22 Juli 2026 mendatang.

Share berita ini

dialeksis.com