DIALEKSIS.COM | Jakarta - Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional menurun pada 5 September 2026. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan, terdeteksi 558 hotspot, turun 260 titik dibandingkan 818 titik sehari sebelumnya.
Meski menurun, Sumatera Selatan masih menjadi perhatian dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada 5 September, tercatat 120 hotspot high confidence di provinsi tersebut, turun dari 165 titik pada hari sebelumnya.
Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 178 titik. Berikutnya Sumatera Selatan 120 titik, Kalimantan Barat 54 titik, Kalimantan Selatan 14 titik, Riau 12 titik, dan Jambi enam titik.
Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman, penyekatan api, mopping up, dan pendinginan. Sebanyak 53 armada udara juga dikerahkan di enam provinsi prioritas, terdiri dari 19 armada untuk patroli dan mendukung operasi modifikasi cuaca serta 34 armada untuk water bombing.
Di Kalimantan Barat, hotspot turun signifikan setelah hujan. Namun, kondisi asap masih terpantau. Jarak pandang di Pontianak pada malam hari tercatat sekitar 2 kilometer.
Kementerian Kehutanan mengingatkan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan dan tetap perlu diverifikasi di lapangan. [in]
Share berita ini