DIALEKSIS.COM | Tangerang - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem halal di Indonesia.
Direktur Jaminan Produk Halal Kemenag Fuad Nasar mengatakan, pengembangan industri halal membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat.
Hal itu disampaikan Fuad saat membuka Halal Indonesia International Industry Expo (Halal Indo) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Kamis (24/9/2026).
Menurut Fuad, Halal Indo menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk bertemu dan membangun kolaborasi dalam pengembangan industri halal.
“Halal Indo merupakan event yang cukup strategis, di mana para stakeholder halal baik dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat dapat bertemu,” kata Fuad.
Fuad juga mengapresiasi Kementerian Perindustrian yang rutin menggelar Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) sejak 2021. Pada 2026, IHYA memasuki penyelenggaraan keenam.
Ia menilai jaminan produk halal tidak hanya berkaitan dengan tahap akhir produk, tetapi juga proses di bagian hulu. Kemenag, kata Fuad, terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kehalalan produk konsumsi maupun produk gunaan, termasuk menjelang pencanangan Wajib Halal Oktober 2026. [*]
Share berita ini