ARC dan Paragon Kolaborasi Riset Nilam Kristal Untuk Natural Kosmetika

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Atsiri Research Center Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (ARC PUIPT) Nilam Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat kolaborasi strategis dengan industri kosmetik nasional, PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp). 

Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan kesepakatan (Implementation Agreement) kolaborasi riset pengembangan nilam kristal sebagai bahan aktif kosmetika alami, di ParagonCorp HQ, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

​Penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan langsung oleh Team Leader Research Project Hilirisasi Dorongan Teknologi Kemendiktisaintek sekaligus Kepala ARC USK, Dr. Syaifullah Muhammad, S.T., M.Eng., bersama Vice President ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, Sp.KK. Agenda penting ini turut disaksikan oleh pengurus ARC USK, Prof. Dr. Ir. Rina Sriwati, M.Si., beserta jajaran manajemen dan staf ParagonCorp.

​Sintesis Nilam Kristal Kemurnian Tinggi

​Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan inovasi nilam kristal dengan tingkat kemurnian tinggi mencapai 99,7% Patchouli Alcohol (PA), yang berhasil disintesis oleh Dr. Syaifullah Muhammad melalui hibah Program Hilirisasi Dorongan Teknologi Kemendiktisaintek 2026 dari minyak nilam mentah (crude patchouli oil) khas Aceh.

​Melalui kolaborasi ini, riset diarahkan pada serangkaian uji efikasi secara ilmiah guna membuktikan potensi nilam kristal sebagai bahan aktif bernilai tinggi untuk produk perawatan kulit (skincare) dan kosmetika. Proses pengujian mencakup formulasi laboratorium, uji aktivitas biologis (seperti antioksidan, antiinflamasi, dan anti-aging), hingga uji keamanan dan kompatibilitas pada kulit.

​Langkah ini bertujuan untuk mentransformasi komoditas mentah menjadi bahan baku kosmetik berstandar industri (industrial grade) yang siap diserap pasar nasional maupun internasional.

​Kepala ARC USK, Dr. Syaifullah Muhammad, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata implementasi komersialisasi hasil riset perguruan tinggi.

​"Kolaborasi antara akademisi dengan industri merupakan amanat skema insentif hilirisasi dorongan teknologi dari Kemendiktisaintek. Kerja sama ini membuka peluang penciptaan ekosistem yang lebih luas dalam rantai nilai industri nilam Indonesia," ujar Syaifullah.

​Ia menambahkan, keterlibatan industri dalam menguji dan menyerap hasil inovasi laboratorium akan mempercepat terciptanya nilai tambah (value-added products) yang langsung dirasakan manfaatnya oleh rantai pasok lokal, termasuk para petani nilam.

​Sementara itu, Vice President ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, menyambut baik kemitraan strategis ini sebagai upaya mendorong pemanfaatan kekayaan hayati Nusantara.

​"Paragon mencoba mengembangkan perhatian lebih luas terhadap komoditas atsiri Indonesia sebagai bahan alami untuk kosmetika. Semoga kolaborasi ini bisa membawa dampak positif bagi proses hilirisasi bahan alam Indonesia," ungkap dr. Sari.

​Melalui integrasi riset akademis dan kapasitas produksi industri ini, ARC USK dan ParagonCorp berkomitmen menghadirkan inovasi kosmetik berbasis bahan alam lokal yang berdaya saing global sekaligus memperkuat kedaulatan bahan baku industri kosmetika dalam negeri. [*]

Share berita ini

dialeksis.com