Ini Tantangan Baru Industri Ayam dan Telur Indonesia agar Peternak Makin Untung

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Produksi ayam dan telur nasional yang terus menguat menghadirkan tantangan baru bagi industri perunggasan Indonesia. Persoalannya kini bukan sekadar memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi memastikan hasil produksi terserap pasar dan memberikan nilai tambah bagi peternak.

Proyeksi 2026 menunjukkan ketersediaan daging ayam nasional mencapai sekitar 5,15 juta ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri sekitar 4,02 juta ton. Sementara itu, ketersediaan telur diperkirakan mencapai 7,07 juta ton, dengan kebutuhan sekitar 6,47 juta ton.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) Makmun mengatakan produksi yang tinggi belum otomatis menjamin kepastian usaha bagi peternak. Karena itu, penguatan sektor perunggasan harus diikuti pembangunan ekosistem dari hulu hingga hilir.

“Hilirisasi harus menghubungkan hulu dan hilir. Tidak boleh hanya menguntungkan industri, tetapi juga harus memperkuat peternak,” kata Makmun.

Kementan menyiapkan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang dirancang dalam 30 klaster. Program ini mencakup rantai usaha mulai dari pembibitan, budidaya, pakan dan kesehatan hewan hingga pemotongan, rantai dingin, pengolahan, distribusi, pemasaran, dan ekspor.

Melalui konsep “Setiap Pulau Mandiri Protein”, pemerintah juga mendorong keterlibatan BUMN pangan, pelaku usaha, koperasi, asosiasi, dan peternak mandiri untuk memperluas pengembangan usaha di luar Pulau Jawa.

Selain pasar domestik, ekspor menjadi salah satu opsi menyerap produksi. Pada 2024-2026, Indonesia mencatat ekspor sekitar 216.350 ton produk perunggasan senilai 719,92 juta dollar AS ke 65 negara.

Sementara Januari-Juli 2026, ekspor mencapai sekitar 55.170 ton dengan nilai 171,35 juta dollar AS. Kementan juga mendorong pembukaan akses pasar ke Filipina, Malaysia, dan Korea Selatan.

Penguatan hilirisasi dan pasar ekspor diharapkan mampu mengubah produksi yang melimpah menjadi nilai tambah sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternak. [in]

Share berita ini

dialeksis.com