Harga Makanan Jadi Pemicu Inflasi Aceh, Beras Beri Andil Terbesar

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Harga makanan menjadi salah satu perhatian utama dalam perkembangan inflasi Aceh pada September 2026. 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat inflasi tahunan Aceh mencapai 5,03 persen, meningkat dibandingkan Agustus 2026 yang berada di angka 4,86 persen.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan turut memberi tekanan terhadap inflasi. BPS mencatat kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami inflasi tahunan sebesar 5,02 persen dengan andil mencapai 1,92 persen terhadap inflasi Aceh.

Dari kelompok tersebut, beras menjadi komoditas dengan andil terbesar, yakni 0,62 persen. Setelah itu, daging ayam ras memberikan andil 0,27 persen dan sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 0,20 persen.

Selain beras dan daging ayam ras, sejumlah komoditas makanan juga tercatat menjadi penyumbang inflasi, di antaranya tomat dan minyak goreng. Komoditas nasi dengan lauk juga masuk dalam daftar komoditas yang dominan memberikan tekanan terhadap inflasi tahunan Aceh.

Kepala BPS Provinsi Aceh Agus Andria menjelaskan, inflasi tahunan terjadi karena adanya kenaikan harga yang tercermin dari meningkatnya indeks pada sejumlah kelompok pengeluaran.

“Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran,” kata Agus Andria sebagaimana dikutip dari YouTube BPS Aceh oleh media dialeksis.com, Selasa (6/10/2026).

Secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen (IHK) Aceh pada September 2026 mencapai 116,62. Inflasi bulanan tercatat 0,36 persen, sedangkan inflasi sejak awal tahun atau year to date mencapai 1,94 persen.

Selain kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mencatat inflasi tahunan paling tinggi, yakni 12,17 persen dengan andil 1,28 persen terhadap inflasi Aceh.

Kelompok tersebut turut berkaitan erat dengan perkembangan harga konsumsi masyarakat. Kenaikan harga bahan baku makanan dapat berdampak pada harga makanan yang dikonsumsi masyarakat di rumah maupun makanan yang dijual oleh pelaku usaha.

Sementara itu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan sebesar 7,90 persen, transportasi 5,94 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 4,23 persen, serta perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar rumah tangga sebesar 3,25 persen.

BPS juga mencatat sejumlah komoditas yang dominan menyumbang inflasi tahunan Aceh pada September 2026. Selain komoditas pangan seperti beras, nasi dengan lauk, daging ayam ras, tomat dan minyak goreng, terdapat emas perhiasan, bensin, SKM, bahan bakar rumah tangga dan semen.

Pada kelompok transportasi, inflasi tahunan mencapai 5,94 persen dengan andil 0,59 persen. Bensin menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar sebesar 0,29 persen, disusul angkutan udara sebesar 0,07 persen.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tahunan sebesar 5,86 persen, disusul Aceh Tamiang 5,79 persen. Sementara Banda Aceh tercatat 4,69 persen dan Lhokseumawe 4,59 persen. Adapun inflasi tahunan terendah tercatat di Meulaboh sebesar 3,61 persen. [nh]

Share berita ini

dialeksis.com