DIALEKSIS.COM | Meulaboh - Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM mendorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar semakin berkembang dan mampu membuka lapangan kerja baru. Penguatan UMKM juga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Hal itu disampaikan Tarmizi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Aceh Barat di kantor dinas tersebut, Rabu (26/8/2026). Rakor turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Wistha Nowar, S.Pt., M.Si.
Tarmizi mengatakan Rakor dengan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Aceh Barat merupakan agenda rutin. Kegiatan serupa akan dilakukan bersama seluruh dinas.
"Kita lebih fokus sekarang ke pengembangan UMKM, tujuannya supaya lapangan kerja terbuka dan pendapatan masyarakat meningkat," kata Tarmizi.
Menurutnya, pengembangan sektor UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperluas lapangan pekerjaan. Karena itu, Disperindagkop diminta terus melakukan ekspansi, pengembangan, pemberdayaan dan pembinaan terhadap pelaku UMKM.
Saat ini Pemkab Aceh Barat juga tengah menata berbagai produk unggulan daerah. Produk-produk tersebut nantinya akan dipasarkan melalui Pusat Souvenir khas Aceh Barat yang dibangun tahun ini dan ditargetkan mulai beroperasi untuk pemasaran pada 2027.
"Sekarang lagi menata semua produk-produk unggulan Aceh Barat dan nanti marketnya sudah ada di Pusat Souvenir khas Aceh Barat yang dibangun tahun ini dan insyaallah tahun depan mulai dipasarkan," ujarnya.
Selain Rakor, Tarmizi meninjau Galeri Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Aceh Barat yang berada di kantor Disperindagkop. Dia menilai produk kerajinan yang berada di bawah binaan Dekranasda sudah memiliki kualitas yang baik.
Meski demikian, pengembangan masih diperlukan agar para pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas produksi. Menurut Tarmizi, kesiapan produksi menjadi penting ketika produk UMKM nantinya telah memiliki pasar.
"Yang jangan sampai nanti sudah ada pasarnya tapi tidak ada produknya, atau tidak mampu memenuhi kuota yang dibutuhkan," jelasnya.
Dia mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi melalui sinkronisasi antara pemerintah dan pelaku UMKM. Pembinaan akan diarahkan agar kapasitas dan kemampuan UMKM terus meningkat sesuai kebutuhan pasar.
Tarmizi berharap pada 2027 dan 2028 Aceh Barat sudah memiliki produk unggulan khas daerah yang mulai dipasarkan secara lebih luas. Jumlah UMKM di wilayah tersebut juga diharapkan terus bertambah setiap tahun. [*]
Share berita ini