BSI Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Hadirkan KPR Syariah 30 Tahun

DIALEKSIS.COM | Jakarta - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memperkuat komitmennya dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat melalui kolaborasi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini membuka peluang bagi jutaan pekerja penerima upah (PU) untuk memperoleh pembiayaan rumah berbasis syariah dengan tenor hingga 30 tahun.

Melalui sinergi tersebut, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan BSI Griya dengan sejumlah keunggulan, mulai dari angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan, tenor fleksibel sampai 30 tahun, serta skema syariah yang memberikan kepastian dalam perencanaan keuangan keluarga.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari dukungan BSI terhadap program strategis pemerintah dalam mengurangi backlog perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Sektor perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap berbagai industri turunan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan, BSI hadir memberikan solusi nyata bagi para pekerja untuk memiliki hunian layak dengan prinsip syariah yang adil," ujar Anggoro dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, inovasi layanan BSI Griya juga dirancang untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang kini menjadi segmen terbesar pembiayaan rumah di BSI. Dengan sistem angsuran tetap sesuai prinsip syariah, nasabah dapat menyusun perencanaan keuangan secara lebih terukur tanpa khawatir terhadap perubahan cicilan di tengah masa pembiayaan.

Kinerja pembiayaan perumahan BSI pun menunjukkan tren yang terus meningkat. Hingga Mei 2026, nilai portofolio pembiayaan BSI Griya telah mencapai Rp60,80 triliun, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan rumah berbasis syariah.

Secara keseluruhan, kondisi keuangan BSI juga tetap solid. Hingga Mei 2026, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun, tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, total pembiayaan mencapai Rp335 triliun, meningkat 14,60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan segmen pembiayaan konsumer menjadi kontributor utama pertumbuhan.

Di sisi kualitas aset, BSI juga berhasil menjaga tingkat pembiayaan bermasalah tetap rendah. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross tercatat membaik menjadi 1,80 persen pada Mei 2026, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Anggoro menegaskan, sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan menjadi langkah strategis untuk memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat kontribusi BSI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kehadiran BSI sebagai bank penyalur Manfaat Layanan Tambahan (MLT) akan memperluas pilihan pembiayaan perumahan berbasis syariah bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ia menilai akses pembiayaan rumah yang semakin mudah akan membantu pekerja memiliki aset jangka panjang sekaligus mempersiapkan kehidupan yang lebih sejahtera di masa pensiun.

"Dengan kebutuhan dasar berupa tempat tinggal yang layak dapat terpenuhi, para pekerja diharapkan dapat bekerja dengan lebih tenang, lebih produktif, sekaligus membangun masa depan keluarga yang lebih baik," kata Saiful.

Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan juga berkomitmen memperluas ruang kolaborasi dengan BSI, tidak hanya pada program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) sektor perumahan, tetapi juga pada berbagai program pemberdayaan bagi peserta maupun ahli waris penerima manfaat.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan kepemilikan rumah bagi pekerja Indonesia sekaligus memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional melalui layanan pembiayaan yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Share berita ini

dialeksis.com