ASPRINDO Gandeng TIM dan KUPI Dorong Wakaf Produktif

DIALEKSIS.COM | Jakarta - Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia (ASPRINDO) mendorong penguatan kolaborasi wakaf produktif bersama dua organisasi masyarakat Aceh di Jakarta, yakni Taman Iskandar Muda (TIM) dan Keluarga Ureung Pidie (KUPI).

Gagasan tersebut mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Ketua Umum ASPRINDO sekaligus pemilik Kelompok Usaha Jorindo, Jose Rizal, di Graha Jorindo, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

Berbeda dari peringatan Maulid pada umumnya, kegiatan tersebut diawali dengan presentasi dan diskusi bertema “Membangun Kemandirian melalui Wakaf Produktif” sebelum dilanjutkan dengan ceramah agama.

Sekretaris Jenderal ASPRINDO, Ana Mustamin, mengajak ASPRINDO, TIM, dan KUPI membangun kerja sama dalam mengembangkan wakaf produktif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perekonomian umat, terutama di lingkungan ketiga organisasi.

“Dana wakaf pada prinsipnya dapat dikembangkan melalui berbagai instrumen investasi syariah. Dana yang terkumpul bisa menjadi modal bagi usaha-usaha produktif, mendanai kegiatan sosial organisasi, sekaligus menjadi salah satu solusi penguatan ekonomi umat,” ujar Ana.

Menurutnya, potensi wakaf selama ini belum dihimpun secara optimal karena masih terdapat anggapan bahwa wakaf hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang memiliki kekayaan besar.

Padahal, kata Ana, masyarakat dapat berpartisipasi melalui wakaf uang dengan nominal yang terjangkau. Apabila dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan, dana tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengawas ASPRINDO, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., dalam ceramahnya mengingatkan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk melakukan evaluasi diri.

“Peringatan Maulid pada prinsipnya mengajak kita bermuhasabah, sejauh mana dan dalam hal apa kita sudah meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai pribadi, pengusaha maupun anggota masyarakat,” kata Prof. Muzakkir.

Ketua Umum ASPRINDO, Jose Rizal, mengaku bersyukur karena peringatan Maulid tersebut dapat mempertemukan sekaligus menyinergikan tiga organisasi dalam satu forum.

Pengusaha asal Aceh itu menekankan pentingnya membangun budaya kolaborasi agar organisasi masyarakat dan dunia usaha semakin kuat serta mampu memberikan kontribusi nyata.

“Kita harus membangun dan membiasakan kolaborasi serta kerja sama agar menjadi kuat dan berdaya,” ujar Jose Rizal.

Ia mengatakan, TIM dan KUPI memiliki peran penting sebagai wadah masyarakat Aceh di Jakarta. Karena itu, sinergi dengan ASPRINDO diharapkan melahirkan program yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga masyarakat secara lebih luas.

“Dengan bersinergi, kita berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar, tidak hanya bagi anggota, tetapi juga untuk umat secara luas,” ucapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum TIM Ir. H. Muslim Armas dan Ketua Umum KUPI Dr. H. Asfifuddin, S.H. Acara ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah antara anggota ASPRINDO, TIM, dan KUPI. 

Share berita ini

dialeksis.com