DIALEKSIS.COM | Jakarta - Sekitar 4 juta peternak mendukung program hilirisasi peternakan yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk memperkuat ekosistem usaha dari hulu hingga hilir.
Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional, Yudianto Yosgiarso, mengatakan, dukungan tersebut muncul setelah pemerintah menyiapkan sejumlah solusi, mulai dari percepatan distribusi jagung untuk pakan, pengendalian harga bahan baku, hingga penguatan penyerapan telur.
Salah satu langkah yang disambut positif adalah pengembangan kemitraan petani jagung dan peternak melalui koperasi. Kementerian Pertanian (Kementan) akan mendukung penyediaan benih jagung bagi koperasi yang memiliki kelompok petani binaan.
Hasil panen nantinya dapat diserap peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Sementara itu, kelebihan produksi dapat disalurkan ke Bulog sebagai cadangan pangan.
“Petani jagung, koperasi peternak, dan peternak bisa terhubung dalam satu ekosistem,” ujar Yudianto dalam pertemuan dengan Mentan Amran dan perwakilan peternak di Jakarta, Jumat (9/10/2026).
Selain itu, peternak mengusulkan pembangunan industri tepung telur dan tepung daging berbahan baku unggas. Industri tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk sekaligus menjadi alternatif penyerapan ketika produksi melimpah.
Yudianto menilai industri tepung telur juga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor. Adapun industri tepung daging diharapkan membantu mengurangi tekanan harga saat pasokan unggas berlebih.
Di sisi lain, pemerintah mendorong percepatan penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu peternak, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menghadapi kenaikan harga bahan baku pakan.
Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kabupaten Kendal, Suwardi, menyebut kebutuhan jagung peternak dalam jaringannya diperkirakan mencapai 223.000 ton untuk periode Oktober 2026 hingga Februari 2027.
Ia mengapresiasi percepatan distribusi jagung SPHP serta rencana dukungan benih bagi petani melalui koperasi peternak.
Mentan Amran mendorong agar persoalan peternakan ditangani secara terintegrasi, mulai dari ketersediaan pakan, keberlanjutan produksi, hingga kepastian pasar. Langkah ini diharapkan memperkuat kesejahteraan peternak sekaligus menjaga pasokan telur dan daging unggas yang terjangkau bagi masyarakat. [red]
Share berita ini