DIALEKSIS.COM | Brussels - Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi terhadap hampir 1.600 individu dan perusahaan Rusia yang diduga terkait dengan industri persenjataan Moskow. Sanksi tersebut secara khusus menyasar pihak-pihak yang terlibat dalam produksi komponen drone dan rudal.
Langkah yang diumumkan pada Senin (12/10/2026) itu juga menargetkan 77 orang yang dituduh terlibat dalam penyelenggaraan, pelaksanaan, atau pencalonan diri dalam pemilu yang disebut UE sebagai pemilu palsu di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas, mengatakan lebih dari separuh sanksi tersebut menyasar rantai produksi rudal balistik yang digunakan Rusia dalam perang di Ukraina.
“Ini bukan saatnya untuk melonggarkan tekanan terhadap Moskow, melainkan justru meningkatkannya,” ujar Kallas.
Menurut UE, perusahaan yang masuk daftar sanksi merupakan bagian dari kompleks industri militer Rusia. Mereka memasok berbagai komponen, mulai dari perangkat elektronik, alat komunikasi, radar, sistem navigasi, teknologi satelit dan rudal, hingga bahan peledak serta amunisi.
Dengan penambahan tersebut, total individu dan entitas Rusia yang dikenai sanksi UE kini mencapai lebih dari 4.500 pihak. Daftar itu mencakup Presiden Vladimir Putin, sejumlah oligarki, anggota parlemen, bank, serta armada bayangan yang dituding mengangkut minyak secara ilegal. [AP/abc news]
Share berita ini