DIALEKSIS.COM | New Delhi - Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin kompak mengkritik sanksi Barat terhadap negara mereka. Keduanya juga menyerukan negara-negara Global Selatan memperkuat hubungan perdagangan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Forum Bisnis BRICS di New Delhi, Jumat 911/9/2026). Pezeshkian meminta BRICS menciptakan sistem perdagangan yang tidak bisa diganggu oleh monopoli instrumen keuangan maupun teknologi.
Ia juga mendorong penggunaan mata uang nasional dalam transaksi antarnegara anggota BRICS. Menurut Pezeshkian, tekanan terhadap Iran kini memasuki tahap berbahaya karena telah berkembang dari sanksi ekonomi menjadi agresi militer oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Konflik di kawasan Timur Tengah turut berdampak pada pasar energi global. Gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz membuat harga minyak dan bahan bakar melonjak. Harga solar di AS bahkan mencapai 6 dolar AS per galon pada Jumat untuk pertama kalinya.
Sementara itu, Putin menyoroti lebih dari 30.000 sanksi yang telah dijatuhkan kepada Rusia. Ia menilai negara-negara Barat menggunakan sanksi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah persoalan industri dan defisit anggaran.
Putin menyebut negara-negara BRICS menyumbang lebih dari 40 persen pertumbuhan PDB dunia dalam lima tahun terakhir, dibandingkan 29 persen dari G7. Ia menegaskan BRICS merupakan platform penting bagi pertumbuhan ekonomi global dan membuka peluang kerja sama di sektor perdagangan, investasi, serta pariwisata dengan negara-negara Global Selatan. [cnbc]
Share berita ini