DIALEKSIS.COM | Dunia - Peta keberagamaan global memperlihatkan dua kecenderungan besar. Kekristenan masih menjadi kelompok agama terbesar di sebagian besar negara, sedangkan Islam mencatat pertumbuhan jumlah penganut paling cepat sepanjang 2010 - 2020.
Visualisasi terbaru berdasarkan data Pew Research Center menunjukkan Kristen merupakan kelompok agama terbesar di 123 dari 201 negara dan wilayah. Sementara Islam menjadi kelompok terbesar di 54 negara dan wilayah, membentuk sabuk geografis dari Afrika Barat, Afrika Utara, Timur Tengah, hingga Asia Tengah dan Asia Selatan.
Namun, istilah “kelompok terbesar” tidak selalu berarti dianut lebih dari separuh penduduk. Pew mencatat Kristen menjadi mayoritas mutlak di 120 negara dan wilayah, sedangkan Islam menjadi mayoritas di 53 negara dan wilayah. Dengan demikian, terdapat sejumlah negara tempat suatu agama berada di posisi teratas, tetapi jumlah pengikutnya belum mencapai 50 persen populasi.
Di Inggris, misalnya, Kristen masih menjadi kelompok agama terbesar dengan 49,4 persen penduduk, tetapi tidak lagi menjadi mayoritas. Kondisi serupa terjadi di Australia dan Prancis. Adapun di Pantai Gading, Islam menjadi kelompok terbesar, tetapi keunggulannya atas Kristen hanya sekitar 1,4 poin persentase.
Secara keseluruhan, terdapat tujuh negara yang tidak memiliki satu kelompok agama dengan jumlah melebihi separuh penduduk. Negara-negara itu adalah Inggris, Australia, Prancis, Pantai Gading, Korea Selatan, Mauritius, dan Singapura.
Singapura menjadi salah satu contoh paling menarik. Buddha merupakan kelompok agama terbesar di negara tersebut, tetapi hanya mencakup sekitar 30,8 persen penduduk. Komposisi itu memperlihatkan tingkat kemajemukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara dengan satu agama sangat dominan.
Sebaliknya, Yaman dan Afghanistan termasuk negara dengan komposisi agama paling seragam. Sekitar 99,9 persen penduduk kedua negara tercatat sebagai Muslim. Di sisi Kristen, Timor-Leste dan Moldova berada di jajaran teratas dengan sekitar 99,5 persen penduduk mengidentifikasi diri sebagai Kristen.
Israel menjadi satu-satunya negara tempat Yahudi merupakan kelompok agama terbesar, yakni sekitar 77 persen penduduk. Sementara Taiwan menjadi satu-satunya wilayah dalam pemetaan tersebut yang menempatkan Taoisme dan agama tradisional sebagai kelompok terbesar.
Islam Tumbuh Paling Cepat
Walaupun Kristen masih menjadi agama terbesar dunia, jaraknya dengan Islam terus menyempit. Jumlah umat Kristen bertambah sekitar 122 juta dalam satu dekade, dari sekitar 2,18 miliar pada 2010 menjadi 2,3 miliar pada 2020.
Namun, pertumbuhan tersebut lebih lambat daripada pertumbuhan penduduk dunia. Akibatnya, proporsi umat Kristen turun dari 30,6 persen menjadi 28,8 persen populasi global.
Pada periode yang sama, populasi Muslim bertambah sekitar 347 juta orang hingga mencapai lebih dari 2 miliar jiwa. Pangsa Muslim terhadap penduduk dunia meningkat dari 23,9 persen pada 2010 menjadi 25,6 persen pada 2020. Penambahan itu bahkan lebih besar daripada pertumbuhan seluruh kelompok agama non-Muslim jika digabungkan.
Pertumbuhan populasi Muslim terutama dipengaruhi struktur usia yang lebih muda dan tingkat kelahiran lebih tinggi. Median usia umat Islam secara global berada di angka 24 tahun, sedangkan median usia penduduk non-Muslim sekitar 33 tahun.
Pew juga memperkirakan rata-rata perempuan Muslim memiliki 2,9 anak, dibandingkan 2,2 anak pada perempuan non-Muslim. Sekitar 33 persen populasi Muslim dunia pada 2020 masih berusia di bawah 15 tahun.
Indonesia Jadi Pusat Demografi Islam Dunia
Fakta menariknya, pusat populasi Muslim dunia bukan berada di Timur Tengah, melainkan di kawasan Asia-Pasifik. Sekitar 1,2 miliar Muslim atau 59 persen populasi Muslim dunia tinggal di kawasan ini.
Timur Tengah dan Afrika Utara dihuni sekitar 414 juta Muslim, sedangkan Afrika sub-Sahara memiliki sekitar 369 juta. Meski 94 persen penduduk Timur Tengah dan Afrika Utara beragama Islam, kawasan itu hanya menampung sekitar seperlima dari keseluruhan Muslim dunia.
Indonesia menempati posisi teratas dengan sekitar 239 juta Muslim atau hampir 12 persen dari populasi Muslim global. Indonesia berada di atas Pakistan dengan 227 juta, India 213 juta, dan Bangladesh 151 juta Muslim.
India menarik perhatian karena masuk tiga besar negara dengan populasi Muslim terbanyak, kendati umat Islam hanya sekitar 15 persen dari keseluruhan penduduknya. Data ini sekaligus menunjukkan bahwa wajah demografi Islam dunia sangat kuat dipengaruhi negara-negara Asia, bukan hanya kawasan Arab.
Di sisi lain, persebaran Kristen juga mengalami pergeseran penting. Afrika sub-Sahara kini menjadi kawasan dengan populasi Kristen terbesar, melampaui Eropa. Sekitar 31 persen umat Kristen dunia tinggal di Afrika sub-Sahara, disusul Amerika Latin dan Karibia sebesar 24 persen, serta Eropa 22 persen.
Pada 2020, jumlah umat Kristen di Afrika sub-Sahara mencapai sekitar 697 juta atau meningkat 31 persen dibandingkan satu dekade sebelumnya. Sebaliknya, populasi Kristen di Eropa turun 9 persen menjadi sekitar 505 juta.
Kelompok Tanpa Agama Menguat
Perubahan mencolok lainnya datang dari kelompok tanpa afiliasi agama, termasuk mereka yang mengidentifikasi diri sebagai ateis, agnostik, atau tidak memiliki agama tertentu. Jumlah kelompok ini meningkat sekitar 270 juta, dari 1,6 miliar menjadi 1,9 miliar orang.
New Zealand dan Uruguay menjadi dua negara yang mengalami pergantian kelompok terbesar sepanjang 2010–2020. Keduanya bergeser dari Kristen menjadi kelompok tanpa afiliasi agama, masing-masing mencapai sekitar 51,4 persen dan 52,4 persen penduduk.
Sementara itu, Inggris, Australia, dan Prancis kehilangan status sebagai negara mayoritas Kristen. Kendati Kristen masih menjadi kelompok terbesar, proporsinya sudah berada di bawah 50 persen. Pew menilai perpindahan identitas keagamaan, terutama dari Kristen menjadi tidak berafiliasi, menjadi faktor utama perubahan tersebut.
Kajian Pew Research Center ini mencakup 201 negara dan wilayah yang mewakili 99,98 persen penduduk dunia. Estimasi disusun dari lebih 2.700 sumber, termasuk sensus nasional, survei demografi berskala besar, survei penduduk, dan registrasi resmi. Data komposisi agama menggambarkan keadaan pada 2020, dipublikasikan pada Juni 2025, kemudian dilengkapi dengan pemeringkatan keberagaman pada Februari 2026.
Peta tersebut menunjukkan bahwa perubahan agama dunia tidak dapat dibaca sekadar sebagai “kemenangan” satu agama atas agama lain. Di baliknya terdapat faktor kelahiran, struktur usia, migrasi, perkembangan sosial-ekonomi, serta perubahan cara masyarakat mengidentifikasi keyakinannya.
Kristen masih menjadi agama paling tersebar, Islam tumbuh paling cepat, sedangkan kelompok tanpa afiliasi agama menguat di sejumlah negara Barat. Peta agama dunia pun bergerak perlahan, tetapi arahnya mulai terlihat semakin jelas. [Diolah dari CNBC Indonesia, Visual Capitalist, dan Pew Research Center]
Share berita ini