Konflik AS-Israel-Iran, PM Qatar Soroti Ancaman Keamanan dan Ekonomi

DIALEKSIS.COM | New York - Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani menyerukan negara-negara di Timur Tengah menghormati kedaulatan masing-masing sebagai dasar menciptakan keamanan dan stabilitas kawasan.

Seruan itu disampaikan Sheikh Mohammed yang juga menjabat Menteri Luar Negeri Qatar saat membuka Qatar Economic Forum di New York, Minggu (20/9/2026), bersamaan dengan rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia memperingatkan konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran dapat memicu "siklus eskalasi" baru. Sheikh Mohammed menggambarkan dampak konflik tersebut sebagai "gempa" yang gelombang kejutnya melampaui kawasan Timur Tengah dan turut memengaruhi ekonomi global.

Menurut dia, konflik membuat perhatian dunia tertuju pada persoalan keamanan, de-eskalasi, pasokan energi, hingga jalur pelayaran. Kondisi tersebut, kata dia, memunculkan pertanyaan mengenai hal-hal yang masih dapat diandalkan ketika banyak aspek mengalami gangguan.

"Keamanan permanen tidak dapat dibangun melalui pengaturan yang membiarkan negara mana pun terus-menerus terpapar pada ketidakamanan. Kita harus mengatasi sumber-sumber ketegangan dan membangun kepercayaan," ujar Sheikh Mohammed.

Di sisi lain, Qatar menyiapkan investasi domestik lebih dari 38 miliar dollar AS untuk pembangunan infrastruktur dalam lima tahun ke depan. Langkah tersebut ditujukan untuk menarik investasi swasta sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Qatar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al-Ansari, mengatakan pada Minggu bahwa Doha juga terus menjalankan upaya mediasi untuk membuka kembali pembicaraan antara Teheran dan Washington guna mengakhiri konflik.

Situasi Timur Tengah dan dampaknya terhadap dunia diperkirakan menjadi salah satu isu utama dalam Sidang Majelis Umum PBB yang berlangsung Senin hingga Jumat. [aljazeera]

Share berita ini

dialeksis.com