Kasus Dana Kuil Melebar, Polisi Thailand Telusuri Yayasan Eks Biksu

DIALEKSIS.COM | Bangkok - Penyelidikan dugaan penggelapan dana kuil yang menjerat mantan biksu senior Thailand, Phra Wachirayan Wi, meluas. Polisi kini menelusuri sebuah yayasan yang didirikannya untuk mengungkap dugaan pencucian uang.

Bangkok Post, Minggu (13/9/2026), melaporkan Divisi Pemberantasan Kejahatan Thailand atau Crime Suppression Division (CSD) sedang menyelidiki yayasan milik mantan kepala Wat Phutthaisawan, sebuah kuil kerajaan di Ayutthaya tersebut.

Perkembangan ini menyusul penangkapan mantan biksu berusia 66 tahun itu bersama asisten perempuannya, Punyavee Rungrueang, 47 tahun, pada Kamis (10/9/2026). Keduanya diduga terlibat penyelewengan uang yang dihimpun atas nama kuil.

Dalam pemberitaan SINDOnews, nilai dugaan penggelapan disebut mencapai 92 juta baht atau sekitar Rp49 miliar. Namun, laporan lanjutan Bangkok Post pada 11 September menyebut dugaan penyelewengan melampaui 100 juta baht. Angka tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan.

Pada Jumat (11/9/2026), pengadilan yang menangani perkara korupsi dan penyalahgunaan jabatan di Saraburi memerintahkan penahanan keduanya selama 12 hari untuk kepentingan penyidikan. Permohonan pembebasan dengan jaminan ditolak dengan mempertimbangkan beratnya tuduhan dan kemungkinan tersangka mengganggu barang bukti.

Mantan kepala kuil itu menghadapi tuduhan pencucian uang, penggelapan harta dalam kedudukannya sebagai pejabat negara, serta pelaksanaan atau pengabaian tugas secara melawan hukum. Asistennya dituduh membantu penyalahgunaan tersebut dan melakukan pencucian uang.

Menurut laporan Bangkok Post, keduanya tidak menjawab pertanyaan wartawan ketika dibawa menjalani proses hukum.

Penyelidikan bermula dari pengaduan anonim pada 15 Juli 2026. Pengaduan tersebut menyoroti dugaan hubungan pribadi sang kepala kuil dengan Punyavee serta kepemilikan aset perempuan itu yang dinilai tidak sejalan dengan sumber penghasilannya.

Polisi kemudian memeriksa rekaman kamera pengawas dan memperluas penelusuran ke keuangan kuil. Menurut penyidik, terdapat uang donasi yang diterima atas nama kuil, tetapi diduga tidak disetorkan ke rekening lembaga tersebut.

Dalam laporan 11 September, polisi menyebut menemukan dokumen penerimaan 22 juta baht dari penjualan jimat serta 89 juta baht dalam bentuk donasi. Penyidik menduga uang yang tercatat dalam dokumen tersebut tidak masuk ke rekening kuil.

Penelusuran juga menyasar transaksi dan aset Punyavee. Polisi menduga sebagian aset dicatat atas nama anggota keluarganya untuk menyamarkan kepemilikan.

Penggeledahan dilakukan di enam lokasi yang tersebar di Ayutthaya, Pathum Thani, Bangkok, dan Buri Ram. Menurut polisi, operasi itu menemukan aset bernilai sekitar 215 juta baht, termasuk uang tunai, emas, jimat, dan dokumen pertanahan. Nilai aset yang ditemukan tersebut tidak serta-merta sama dengan jumlah kerugian kuil.

Sebelum tersandung perkara, Phra Wachirayan Wi dikenal dengan panggilan Luang Por Chot. Ia menjabat kepala Wat Phutthaisawan sejak 2022 dan dikenal dalam perdagangan jimat Buddha, termasuk koin “Nuea Duang” yang diminati para pengikutnya.

Kasus ini juga menyeret dugaan pelanggaran aturan kebiksuan. Polisi menyatakan menemukan rekaman yang memperlihatkan hubungan seksual antara dirinya dan asistennya. Setelah ditangkap, ia menjalani pelepasan status kebiksuan sebelum dibawa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di tengah pengusutan perkara, Biro Investigasi Pusat Thailand mengingatkan masyarakat agar memastikan sumbangan disalurkan ke rekening resmi atas nama kuil yang terhubung dengan sistem e-Donation milik otoritas pajak.

Donatur juga diminta berhati-hati apabila diarahkan mentransfer uang ke rekening pribadi biksu, individu lain, atau yayasan, meskipun disertai kuitansi yang terlihat resmi.

Perkara ini masih dalam penyidikan. Penahanan kedua tersangka merupakan bagian dari proses hukum, sementara tuduhan penggelapan dan pencucian uang masih harus dibuktikan di pengadilan. []

Share berita ini

dialeksis.com