Israel Perluas Permukiman di Tepi Barat, PBB dan Negara Arab Mengecam

DIALEKSIS.COM | Mesir - Israel melanjutkan rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki, memicu kecaman dari sejumlah negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Mesir mengecam keras upaya memperluas permukiman ilegal dan mendesak masyarakat internasional mengambil langkah serius untuk menghentikan pelanggaran tersebut. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga menilai rencana itu mengancam prospek terbentuknya negara Palestina dengan wilayah yang terhubung.

PBB menyatakan keprihatinan atas laporan pembangunan pos permukiman baru Israel, termasuk tender pembangunan yang tengah berjalan.

Proyek tersebut mencakup sedikitnya 3.400 unit hunian di kawasan E1 yang menghubungkan Yerusalem Timur dengan permukiman Maale Adumim. Pembangunan ini dikhawatirkan membelah Tepi Barat sekaligus memutus akses Palestina ke Yerusalem Timur.

Israel menyetujui rencana E1 pada Agustus tahun lalu. Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich saat itu menyebut proyek tersebut sebagai langkah bersejarah untuk menghapus gagasan negara Palestina dari meja perundingan.

Perluasan permukiman berlangsung di tengah meningkatnya kekerasan dan pengusiran warga Palestina di Tepi Barat. Data badan kemanusiaan PBB menunjukkan jumlah warga Palestina yang terusir secara paksa dalam empat bulan pertama 2026 bahkan telah melampaui total kejadian sepanjang 2025.

Sejumlah analis mengaitkan percepatan pembangunan permukiman dengan pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. [Aljazeera]

Share berita ini

dialeksis.com