DIALEKSIS.COM | Israel - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengakui bahwa pemerintah Israel masih membahas rencana pengosongan Jalur Gaza dari warga Palestina.
Dalam konferensi yang digelar media Israel Ynet, Rabu (2/9/2026), Katz menyebut migrasi warga Palestina dari Gaza sebagai satu-satunya solusi untuk wilayah tersebut. Ia juga mengatakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum membatalkan gagasan tersebut, melainkan hanya menundanya.
“Pada akhirnya, tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa migrasi ini,” kata Katz, dikutip Times of Israel.
Pernyataan tersebut kembali memicu sorotan karena rencana pemindahan warga Palestina dari Gaza sebelumnya mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia yang menilainya sebagai bentuk pembersihan etnis.
Trump sebelumnya sempat mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih Gaza setelah warga Palestina dipindahkan. Namun, gagasan itu menuai penolakan luas, termasuk dari negara-negara Timur Tengah.
Dalam kesepakatan gencatan senjata yang didukung AS, disebutkan bahwa warga Palestina tidak akan dipaksa meninggalkan Gaza. Mereka yang memilih pergi juga disebut tetap memiliki hak untuk kembali.
Katz mengatakan Israel siap menguasai Gaza melalui berbagai jalur dan menilai negara-negara yang bersedia menerima warga Palestina membutuhkan dukungan Amerika Serikat.
“Kita membutuhkan Amerika Serikat, dan saatnya nanti akan tiba,” ujarnya.
Pernyataan Katz mendapat respons dari Senator AS Chris Van Hollen. Ia mengatakan dirinya dan Senator Jeff Merkley sebelumnya telah memperingatkan adanya kemungkinan rencana pemindahan warga Palestina setelah mengunjungi perbatasan Gaza-Mesir.
“Kini, Menteri Pertahanan Israel mengonfirmasi bahwa itulah tujuannya,” tulis Van Hollen melalui media sosial.
Ia pun menyerukan agar Amerika Serikat mengakhiri keterlibatannya dalam kebijakan tersebut. [Aljazeera]
Share berita ini