Harga Minyak Dunia Naik 2%, Trump Kenakan Biaya Kapal di Selat Hormuz

DIALEKSIS.COM | AS - Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Selasa (14/7/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana mengenakan biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Kebijakan itu memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya pasokan minyak mentah global.

Mengutip data perdagangan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Agustus naik sekitar 2% menjadi US$ 79,78 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman September menguat 1,85% ke level US$ 84,84 per barel, melanjutkan reli setelah sehari sebelumnya melonjak 9,6%.

Trump mengatakan pemerintah AS akan mengenakan biaya sebesar 20% terhadap seluruh kargo yang dikirim melalui Selat Hormuz. Menurutnya, Amerika Serikat berperan sebagai "penjaga" jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi distribusi minyak dunia.

Tak hanya itu, melalui unggahan di Truth Social, Trump juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap pelabuhan Iran yang berada di dekat Selat Hormuz. Komando Pusat AS menyatakan kebijakan tersebut mulai berlaku pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat.

Langkah terbaru Washington dinilai meningkatkan ketegangan dengan Iran sekaligus memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.

Lembaga keuangan Citi menilai kebijakan Trump berpotensi meningkatkan risiko eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

"Dengan usulan biaya pengiriman di Selat Hormuz, risiko meningkatnya eskalasi militer menjadi lebih besar," tulis Citi dalam laporan yang dirilis Selasa.

Citi juga menilai peluang Iran menunda komitmen dalam nota kesepahaman (MoU) hingga setelah pemilu paruh waktu AS semakin besar. Kondisi tersebut diperkirakan dapat mempertahankan harga minyak pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Sebagai informasi, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Jalur pelayaran ini sempat mengalami penurunan aktivitas setelah Iran menargetkan sejumlah kapal pada awal Maret.

Meski lalu lintas sempat pulih menyusul kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran, kebijakan terbaru AS kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran distribusi minyak global. [cnbc]

Share berita ini

dialeksis.com