DIALEKSIS.COM | Jakarta - Negara-negara anggota G7 berencana melepas hingga 100 juta barel cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga energi akibat perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Rencana tersebut diumumkan setelah pertemuan G7 yang dipimpin Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pelepasan cadangan akan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional (IEA) selama empat bulan ke depan.
Dalam tahap awal, anggota dan mitra G7 akan melakukan pelepasan besar-besaran stok solar dalam 20 hari pertama. G7 juga akan kembali membahas kemungkinan pelepasan tambahan jika kondisi pasar energi masih membutuhkan.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mendesak negara-negara Eropa, terutama Jerman dan Prancis, untuk mengeluarkan cadangan solar guna menekan harga yang melonjak akibat terganggunya pelayaran di Selat Hormuz.
Data Eurostat Juni 2026 menunjukkan negara-negara Uni Eropa bersama Inggris memiliki sekitar 52 juta ton cadangan gas, minyak, dan solar, termasuk hampir 38 juta ton cadangan darurat di negara-negara Uni Eropa.
Di sisi lain, stok diesel AS berada di level terendah, yakni 107,9 juta barel per 11 September 2026. Harga rata-rata diesel di AS juga mencapai US$ 6,37 per galon, setelah sempat mencetak rekor US$ 6,52 pada 22 September.
Sebelumnya, pada Maret 2026, sebanyak 32 negara anggota IEA telah menyepakati pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat. Proses pelepasan tersebut disebut belum sepenuhnya rampung. [Aljazeera]
Share berita ini