Eropa Membara! Kebakaran Hutan Kepung Prancis hingga Kroasia

DIALEKSIS.COM | Paris - Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah negara Eropa pada Jumat (14/8/2026), memicu kebakaran hutan yang meluas dan memaksa ribuan warga mengungsi. Kondisi lahan yang sangat kering membuat upaya pemadaman semakin sulit.

Di Prancis, kebakaran melanda kawasan hutan Landes dan memaksa lebih dari 500 warga Luglon meninggalkan rumah. Kebakaran juga terjadi di sejumlah wilayah yang biasanya lebih sejuk, termasuk Prancis utara dan Brittany. Sebelumnya, kebakaran besar di sekitar Bordeaux telah membuat sekitar 250.000 orang mengungsi.

Cuaca ekstrem turut berdampak pada pembangkit listrik. Enam reaktor nuklir di Prancis sempat dihentikan akibat panas, kekeringan, serta masuknya kawanan ubur-ubur ke area luar salah satu fasilitas pembangkit. EDF menyebut penghentian tersebut hanya berdampak minimal terhadap produksi listrik.

Di Inggris, kebakaran di Stourbridge menghancurkan sekitar 20-30 rumah. Suhu London mencapai 38,1 derajat Celsius pada Kamis, sementara Juli 2026 tercatat sebagai Juli terkering di Inggris dan Wales sejak pencatatan dimulai pada 1836.

Spanyol juga menghadapi kebakaran besar. Sekitar 800 warga dievakuasi dari wilayah Aragón, sementara kebakaran di Huelva telah menghanguskan lebih dari 300 kilometer persegi lahan. Sejumlah benda bersejarah dari Biara San Juan de la Peña turut dipindahkan untuk menghindari risiko kerusakan.

Di Jerman, sekitar 1.800 penduduk Gey dievakuasi setelah kebakaran di Hutan Hürtgen mendekati permukiman. Hampir 300 hektare hutan terbakar. Upaya pemadaman terkendala keberadaan munisi Perang Dunia II yang belum meledak.

Jerman juga mencatat sekitar 12.500 kematian yang diperkirakan berkaitan dengan suhu panas sepanjang 1 Januari hingga 2 Agustus 2026, melampaui angka kematian akibat panas sepanjang 2018.

Di Kroasia, satu orang tewas dan 14 lainnya dirawat akibat kebakaran di sekitar Omis. Lebih dari 1.000 orang dievakuasi, sementara 194 orang, termasuk anak-anak, diselamatkan dari laut dan kapal.

Kebakaran juga melanda Albania dan Yunani. Albania melaporkan 11 titik api aktif, sedangkan lebih dari 300 wisatawan dan warga dievakuasi melalui laut di Yunani utara.

Sementara itu, Belgia dan Belanda diperkirakan menghadapi suhu hingga 37 derajat Celsius. Belanda juga tengah mengalami kekeringan parah dan kekurangan air di sejumlah wilayah.

Gelombang panas dan kekeringan ekstrem tersebut dikaitkan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia, yang meningkatkan risiko kebakaran serta memperbesar dampak cuaca panas di berbagai wilayah Eropa. [ac&sh-AP/abc news]

Share berita ini

dialeksis.com