Empat Daerah di Aceh Berpotensi Hujan Sangat Lebat

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Aceh Tengah, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Gayo Lues pada Selasa, 15 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan hujan di empat kabupaten itu dapat disertai angin kencang.

Potensi tersebut tercantum dalam peringatan dini cuaca Aceh yang berlaku pada 14–16 September 2026. Informasi ini disampaikan Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh melalui keterangan tertulis bertanggal Senin, 14 September 2026.

BMKG menjelaskan, aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta terbentuknya daerah belokan dan pertemuan angin mendukung pertumbuhan awan hujan di Aceh.

Kondisi itu diperkuat suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan timur Aceh. Penguapan dari perairan tersebut berpotensi menambah kandungan uap air di atmosfer.

Warga terutama diminta memperhatikan perubahan cuaca pada sore hingga malam hari. Pemanasan yang intens pada siang hari dapat memicu hujan yang datang tiba-tiba.

“Waspada hujan yang terjadi dengan intensitas sedang-lebat dan tiba-tiba pada sore-malam hari,” tulis prakirawan BMKG dalam dokumen tersebut.

Selain empat kabupaten dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, pada 15 September terdapat 18 kabupaten/kota yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.

Wilayah itu meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, dan Aceh Utara. Berikutnya Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue, Sabang, serta Nagan Raya.

Adapun pada 14 September, potensi hujan sedang hingga lebat tercatat di 18 kabupaten/kota. Pada 16 September, cakupannya menjadi 21 kabupaten/kota. Dokumen tersebut tidak mencantumkan wilayah berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat untuk kedua tanggal itu.

Untuk prakiraan cuaca ibu kota kabupaten/kota pada 15 September, kondisi antardaerah bervariasi. Banda Aceh diprakirakan berawan sepanjang empat periode pengamatan, dari dini hari hingga malam, dengan suhu 26-30 derajat Celsius.

Di Lhokseumawe, hujan diprakirakan terjadi sejak dini hari hingga malam. Sementara itu, Lhoksukon dan Langsa berpotensi mengalami hujan pada pagi, siang, serta malam hari.

Hujan pada siang dan malam juga diprakirakan terjadi di Meureudu dan Bireuen. Adapun Jantho serta Sigli berpotensi diguyur hujan pada siang hari.

Di kawasan dataran tinggi, Takengon dan Blangkejeren diprakirakan mengalami hujan pada siang hari. Simpang Tiga Redelong berpotensi mengalami petir pada pagi hari, kemudian hujan pada siang hari. Suhu di Takengon dan Simpang Tiga Redelong berada pada kisaran 17-22 derajat Celsius.

Potensi petir pada pagi hari turut tercantum untuk Meulaboh dan Karang Baru. Di Karang Baru, hujan diprakirakan terjadi pada siang hingga malam. Sementara itu, Kutacane berpotensi mengalami hujan pada siang hari.

Dalam laporan terpisah, BMKG mencatat tidak terdapat titik panas di wilayah Aceh selama pemantauan Minggu, 13 September 2026, pukul 00.00-23.00 WIB. Hasil tersebut berasal dari pantauan satelit yang digunakan untuk mengamati sebaran titik panas.

Menghadapi potensi cuaca buruk, BMKG meminta masyarakat berhati-hati ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara. Warga juga dianjurkan menghindari kawasan danau, sungai, dan waduk ketika hujan turun dengan intensitas tinggi atau berlangsung lama.

Prakiraan cuaca untuk lokasi yang lebih rinci di seluruh Aceh dapat dipantau melalui cuaca.bmkg.go.id maupun aplikasi InfoBMKG. Pembaruan informasi tersebut dapat menjadi acuan warga sebelum merencanakan perjalanan dan kegiatan di luar rumah. [arn]

Share berita ini

dialeksis.com