DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal mengecam aksi perundungan dan kekerasan yang dialami seorang siswa SMA Negeri 3 Banda Aceh.
Illiza menegaskan tindakan perundungan di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi dan tidak boleh dibiarkan karena dapat berdampak terhadap kondisi korban.
“Ya tentu kita mengecam perilaku bullying yang terjadi di sekolah. Ini tidak bisa ditolerir dan tidak bisa didiamkan begitu saja,” kata Illiza kepada awak media usai peresmian REX Premium di Peunayong, Banda Aceh, Selasa (22/9/2026).
Ia mengatakan, pihaknya telah menerima laporan terkait kasus tersebut. Pemerintah Kota Banda Aceh melalui tim terkait juga telah memberikan pendampingan, termasuk bantuan hukum kepada korban.
“Sudah dilaporkan kepada tim kita. Tim juga sudah memberikan bantuan hukum dan pendampingan hukum. Kasus ini sudah diproses dan dilaporkan ke Polresta,” ujarnya.
Menurut Illiza, penanganan kasus tersebut harus tetap memperhatikan kondisi korban yang masih mengalami trauma akibat kejadian yang dialaminya.
Ia menyebut korban saat ini belum dapat diajak berkomunikasi secara optimal karena masih mengalami sakit. Wakil Wali Kota Banda Aceh, kata Illiza, juga diharapkan dapat mengunjungi korban untuk melihat langsung kondisinya.
“Mudah-mudahan ada jalan keluar yang terbaik. Karena ini anak-anak, maka pendampingan ini menjadi pembelajaran agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.
Illiza menilai kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam membangun karakter peserta didik. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga membentuk sikap saling menghargai dan menghormati.
“Anak-anak kita harus dididik bagaimana memiliki karakter, saling menerima, saling menghargai dan menghormati, serta menyelamatkan jiwa dan nyawa,” ujarnya.
Ia berharap proses penanganan kasus dapat berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan kepada korban sekaligus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, seorang siswa berusia 15 tahun diduga menjadi korban perundungan dan pengeroyokan oleh sejumlah siswa di SMA Negeri 3 Banda Aceh. Korban disebut mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh setelah dugaan kekerasan tersebut terjadi di lingkungan sekolah. [nh]
Share berita ini