PUPR Aceh Rampungkan Tiga Jembatan Bailey Pascabencana

DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Pemerintah Aceh terus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi 2025. Hingga 10 Agustus 2026, tiga jembatan Bailey di sejumlah ruas jalan kewenangan Pemerintah Aceh telah selesai dipasang dan bisa dilalui kendaraan.

Kepala Dinas PUPR Aceh Mawardi mengatakan jembatan sementara tersebut menjadi langkah penting untuk membuka kembali akses masyarakat yang terdampak kerusakan infrastruktur.

"Ketiga jembatan Bailey tersebut berada di Ruas Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues STA 83+700, Kabupaten Aceh Timur, dengan panjang 70 meter, serta dua titik pada Ruas Batas Aceh Utara-Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, masing-masing STA 11+150 dan STA 14+100 dengan panjang 30 meter," kata Mawardi, Kamis (20/8/2026).

Menurut Mawardi, berfungsinya tiga jembatan itu membantu menjaga konektivitas masyarakat selama proses pemulihan infrastruktur berlangsung. Akses jalan dibutuhkan warga untuk bekerja, bersekolah, mendapatkan layanan kesehatan, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.

"Kami mendukung penuh upaya Pemerintah Aceh untuk memastikan akses masyarakat tetap terbuka. Jalan dan jembatan bukan hanya infrastruktur fisik, tetapi merupakan penghubung kehidupan masyarakat," ujarnya.

Dinas PUPR Aceh, lanjut Mawardi, akan terus mendukung percepatan penanganan infrastruktur di wilayah terdampak bencana. Pembangunan jembatan sementara dan pemeliharaan rutin dilakukan agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam kondisi terisolasi.

Dengan berfungsinya tiga jembatan Bailey tersebut, akses masyarakat di sejumlah wilayah terdampak kembali terbuka sembari pemulihan infrastruktur permanen terus dilakukan. [*]

Share berita ini

dialeksis.com