Gerakan GEMASIH di Bener Meriah Dorong Peran Ayah dalam Pendidikan Anak

DIALEKSIS.COM | Redelong - Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah terus mendorong keterlibatan orang tua, khususnya para ayah, dalam mendukung pendidikan anak melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMASIH).

Plt.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah, Saidi M. Nurdin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa Gerakan GEMASIH merupakan upaya untuk meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, kehadiran ayah saat mengantar anak ke sekolah tidak hanya memberikan rasa aman dan percaya diri bagi anak, tetapi juga menjadi momen berharga untuk membangun komunikasi yang hangat antara ayah dan anak sebelum memulai aktivitas belajar.

"Melalui Gerakan GEMASIH, kami ingin mengajak seluruh ayah di Kabupaten Bener Meriah untuk meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah. Hal sederhana ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan karakter, semangat belajar, serta kesehatan mental anak," ujar Saidi.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan ayah dalam kehidupan pendidikan anak mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, meningkatkan motivasi belajar, serta memperkuat kedekatan emosional dalam keluarga. Selain itu, dukungan ayah juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan diri, stabilitas emosi, kemampuan berpikir kritis, hingga ketangguhan mental anak dalam menghadapi berbagai tantangan.

Saidi berharap Gerakan GEMASIH mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, hingga pemerintah kampung, sehingga tercipta lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

"Keberhasilan pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga dimulai dari keluarga. Mari bersama-sama membangun generasi Bener Meriah yang cerdas, berkarakter, dan berprestasi melalui keterlibatan aktif para ayah," pungkasnya.

Melalui Gerakan GEMASIH, Dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kebersamaan ayah dan anak sebagai bagian dari budaya positif dalam mendukung kualitas pendidikan serta mencetak generasi unggul di masa depan.[j]

Share berita ini

dialeksis.com