DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Dedikasi panjang dalam pengembangan olahraga kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Aceh. Dr. Mansur, M.Kes, akademisi sekaligus praktisi olahraga, kembali menerima penghargaan pada malam penganugerahan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan atas konsistensinya dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya melalui peran sebagai Akademisi Penggerak Olahraga Prestasi.
Penghargaan itu sekaligus menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Dr. Mansur dalam membangun olahraga Aceh melalui jalur pendidikan, pembinaan atlet, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, hingga keterlibatan dalam berbagai agenda olahraga daerah, nasional dan internasional.
Sebagai akademisi olahraga, ia tidak hanya berada di ruang kelas dan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga aktif menerapkan ilmu pengetahuan olahraga secara langsung di lapangan.
Pengalaman dan pengabdiannya dalam pembinaan olahraga pelajar melalui PPLP telah berlangsung cukup panjang. Dari lingkungan pembinaan usia muda tersebut, Dr. Mansur turut berkontribusi dalam membangun fondasi atlet melalui pendekatan latihan yang terukur, pembinaan fisik, sport science, serta pengembangan prestasi yang berkelanjutan. Baginya, pembinaan atlet tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan, karakter, disiplin, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Di tingkat mahasiswa, kiprahnya juga terlihat melalui keterlibatan dalam pembinaan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) olahraga, termasuk mendampingi atlet mahasiswa pada berbagai ajang nasional seperti POMNAS dan kompetisi internasional dalam kawasan IMT-GT. Pengalaman tersebut memperlihatkan konsistensinya dalamg membangun kesinambungan pembinaan, mulai dari olahraga pelajar, mahasiswa hingga atlet elit.
Pada level olahraga prestasi elite, Dr. Mansur juga telah terlibat dalam proses pembinaan prestasi dan perjalanan kontingen Aceh pada berbagai momentum PON, termasuk PON Jawa Barat, PON Papua, hingga persiapan dan pelaksanaan PON Aceh-Sumut. Keterlibatannya dalam pembinaan dan pengembangan prestasi atlet menunjukkan bahwa keahliannya tidak berhenti pada aspek teoritis, tetapi diterapkan secara langsung dalam menghadapi tuntutan olahraga prestasi tingkat tinggi.
Sebagai Doktor Pendidikan Olahraga, Dr. Mansur juga aktif mengembangkan sport science, pengukuran dan evaluasi kondisi fisik atlet, penelitian olahraga, pengembangan model pembinaan, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung peningkatan prestasi. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga Aceh agar pembinaan atlet semakin berbasis data, ilmiah, terukur dan berkelanjutan.
Tidak hanya di bidang pembinaan atlet, kontribusinya juga semakin luas pada aspek kebijakan pembangunan olahraga. Dr. Mansur terlibat langsung dalam penyusunan Desain Olahraga Daerah (DOD) Kabupaten Aceh Utara sebagai instrumen pembangunan olahraga daerah yang diselaraskan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
Keterlibatan tersebut memperlihatkan peran akademisi dalam menjembatani ilmu pengetahuan, kebutuhan olahraga di lapangan, dan arah kebijakan pemerintah daerah menuju pembangunan olahraga yang sistematis dan berkelanjutan.
Penghargaan Haornas 2026 yang kembali diterimanya dari Pemerintah Aceh menjadi momentum penting sekaligus refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Dr. Mansur di dunia olahraga. Penghargaan tersebut bukan semata-mata penghormatan kepada seorang individu, melainkan juga apresiasi terhadap peran akademisi yang konsisten mengabdikan ilmu, tenaga dan pikirannya untuk kemajuan olahraga Aceh.
Dengan pengalaman dari olahraga pelajar hingga elite, dari kampus hingga kebijakan pembangunan olahraga, sosok Dr. Mansur menunjukkan bahwa ilmu yang diabdikan di lapangan dapat menjadi kekuatan untuk melahirkan prestasi dan membangun masa depan olahraga Aceh. [*]
Share berita ini