DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Ketua Komunitas Travel Umrah dan Haji Aceh (KATUHA) Mahfudz Ahmad Makam mengatakan bahwa persiapan Umrah sudah dipersiapkan sejak pandemi Covid-19.
“24.000 Jemaah Umrah dari Aceh ini pemberangkatannya sudah dilakukan tanggal 13 Agustus kemarin,” ucapnya kepada Dialeksis.com, Kamis (22/9/2022).
Dirinya mengungkapkan bahwa setiap jemaah yang berangkat haji ataupun umrah, pesawatnya selalu full (Penuh).
“Ini sudah 7 penerbangan selalu penuh semua, tidak ada kosong pesawatnya, bahkan pesawat yang jatahnya untuk jemaah medan juga ditempati oleh jemaah yang berasal dari Aceh, dari sini bisa dilihat bahwa jemaah Aceh sangat banyak,” ungkapnya.
“Sejak tanggal 13 Agustus hingga 17 September masih berangkat dari Medan (Kuala Namu),” tambahnya.
Dirinya mengatakan, bahwa Pj Gubernur Aceh berharap ditanggal 24 September ini kebarangkatan Jemaah Umrah sudah bisa dari Aceh.
“Karena itu sangat mendukung adanya Embarkasi Haji (Entry Point) di Aceh,” tukasnya.
“Sejauh ini belum ada kendala apapun terkait perizinan atau sejenisnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ia mengharapkan, dengan adanya entry point di Aceh ini juga akan membawa kesejahteraan dan kemudahan bagi jemaah Aceh dan pastinya masyarakat Aceh.
“Dengan adanya entry point di Aceh tentu ini juga sangat memudahkan jemaah kita, dan pastinya juga menambah income daerah kita di Aceh,” ucapnya.
Kemudian, Mahfudz juga mengatakan, bahwa di Aceh secara fasilitas sudah dimiliki, jadi harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.
“Kita sangat mendukung adanya entry point di Aceh,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanti juga telah menyetujui pembukaan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) sebagai entry point penerbangan Internasional.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat dengan Nomor: IPW-162/M.EKON/06/2022 pada tanggal 30 Juni 2022 yang lalu.
Sebelumnya Dinas Perhubungan Aceh telah melakukan pertemuan bersama seluruh stakeholder Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) guna membahas persiapan pembukaan bandara tersebut sebagai entry point penerbangan internasional, Jumat, 8 Juli 2022.
Pembukaan rute penerbangan internasional di Aceh dinilai akan memberikan dampak yang positif bagi pemerintah daerah setempat. Pasalnya, turis yang datang akan menghidupkan sektor-sektor pariwisata di daerah tersebut.
Kemudian, pada Agustus 2022 lalu, juga sudah ada nstruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 39 Tahun 2022, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) ditetapkan sebagai salah satu pintu masuk udara atau penerbangan internasional bersama 17 bandara lainnya. [ftr]
Share berita ini